Share

BONDOWOSO – Tim pemenangan Kiai Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rahmat angkat bicara terhadap laporan yang dilayangkan oleh Amir Faizal, dari desa Kembang Kecamatan Tlogosari terhadap paslon tersebut ke Panwaskab.

Imam Thahir, Wakil Penasehat Tim Pemenangan Salwa-Irwan, dihubungi Memo Indonesia mengatakan, Kiai Salwa hanya menyebut nomor tanpa menyebut nama paslon. Maka hal itu menjadi sebuah keniscayaan. Artinya, Kiai Salwa tidak menyebut salah satu paslon.

“Kisah itu ada dua versi. Versi pertama ada Malaikat Jibril menyajikan kepada Rasul di Masjidil Aqsa itu menjual minuman. Satu gelas berisi susu, satu gelas lagi itu khamr. Ada juga yang menyebutkan satu berisi khamr,  satu lagi susu. Ada dua versi. Tinggal yang mana aja yang mau diikuti itu,” ujarnya dihubungi Memo Indonesia, Kamis (29/30).

“Itu sebuah kisah yang dikenal di kalangan muslim, Isra’ Mi’raj seperti itu. Andaikata keberatan ya monggo digugat ndak masalah. Itu bukan redaksi yang dikarang oleh Kiai Salwa, itu hadist memang,” ujarnya.

Menurutnya, hadis tersebut setiap tahun memang dibaca oleh ulama-ulama di Isra’ Mi’raj, bahkan tidak ada yang tersinggung. Tapi, Ia mempertanyakan kenapa pada saat Pilkada justru tersinggung.

 

Baca Juga : Dinilai Hina Dhafir-Dayat saat Kampanye, Kiai Salwa Dilaporkan

 

“Gimana menurut sampeyan? Kampanye sambil mengajak untuk kebaikan, sambil mengingatkan tentang sholat. Atau pengajian sambil berkampanye? Kalau seperti itu biarlah publik yang menilai,” jelas laki-laki anggota DPRD Bondowoso itu.

Ia pun mengatakan bahwa dalam laporan ke Panwaskab itu ada batas kadaluarsa di aturan Pemilu. Sehingga perlu diperiksa, apakah kejadian tersebut telah kadaluarsa atau tidak.

“Check aja kadaluarsa atau tidak laporan itu. Kalau lapor kemarin tapi kejadiannya beberapa minggu yang lalu. Ada ketentuan berapa kali 24 jam itu, ya bukan materi yang tidak memenuhi syarat, tapi batas kadaluarsanya,” jelasnya.

Namun demikian, Ia menilai proses hukum yang dilaporkan ke Panwaslu itu perlu diapresi. Karena, Ia menilai hal itu dinilai lebih beretika.

“Tapi andaikata ada ketentuan yang tidak terpenuhi ya harus diterima sebagai sebuah fakta hukum juga,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya,  Seorang pemuda asal desa Kembang, kecamatan Tlogosari, Amir Faizal melaporkan pasangan Kiai Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rahmat ke Panwaslu Kabupaten, Rabu (28.3).

Pasangn tersebut dilaporkan lantaran di dalam salah satu materi kampanye yang disampaikan oleh, Kiai Salwa Arifin saat berorasi di desa Kembang, pada Jum’at 23 Maret 2018 lalu, dinilai  telah menghina pasangan nomor urut dua, Dhafir- Hidayat. (och)