Share

 

Bondowoso – Kabar wafatnya wafatnya kiai Hasyim Muzadi membawa duka mendalam bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), tak terkecuali warga NU di Bondowoso. Pengurus Cabang NU Bondowoso pun menghimbau kepada warganya untuk serentak melakukan sholat gaib Indonesia bagi mantan Ketua PBNU sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo tersebut.

Kiai Abdul Qodir Syam Ketua PCNU Bondowoso, mengungkapkan jika keluarga besar NU, khususnya di bondowoso turut berduka atas wafatnya salah satu tokoh besar NU tersebut. “Kita menghimbau seluruh warga nahdliyin untuk sholat gaib,” ujarnya kepada memoindonesia.com.

Menurutnya, kiai Hasyim merupakan saah satu tokoh yang mampu menjaga kebhinnekaan di Indonesia. “Semoga amaliyahnya selama ini dapat dtauladani oleh generasi hari ini untuk menjaga keislaman dan keindonesiaan dan membawa beliau ke tempat yang sempurna,” tukasnya.

Menurutnya, ada kesan mendalam semasa hidup kiai Hasyim yang dirasakan oleh masyarakat Bondowoso. Yaitu ketika kiai Hasyim berkunjung dan bersilaturahmi dengan warga NU di Cermee beberapa tahun silam.

“Pada saat mengisi acara silaturarahim di Cermee, salah satu pesan beliau yang sangat perlu dijaga oleh NU adalah NU sebagai perekat kebhinnekaan di negara ini. Sehingga fungsi NU sebagai organisasi ulama yang menjaga ahlaknya nabi harus pandai-pandai menjaga entitas keindonesiaan itu. Karena keindonesiaan dan keislaman di nusantara ini tidak perlu dipertentangkan namun malah harus diperkuat,” kenangnya. (esb)