Share

BONDOWOSO – Setelah ramainya pemberitaan tentang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang memanggil ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terkait pernyataan yang menyebutkan bahwa NU selama ini memperalat PKB.

Kiai Abdul Qodir Syam, Ketua PCNU Bondowoso dikonfirmasi mengaku bahwa dirinya belum menerima surat pemanggilan tersebut.

” Saya tidak menerima, mungkin teman-teman yang menerima,” katanya dikonfirmasi pada Selasa (25/1/2022).

Namun, ia memastikan bahwa dirinya siap manakala diminta untuk memberikan klarifikasi.

Disinggung tentang viralnya video pernyataan tersebut, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah Cermee itu, mengatakan, pihaknya bisa menjelaskan pada organisasi nantinya.

“Siap kalau memang ada. Saya kira kalau panggilan ya tidak apa,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris PCNU Bondowoso, Misyono mengaku, baik hardcopy atau pun soft file surat pemanggilan belum diterima. Namun, dirinya telah konfirmasi ke PBNU.

“Tadi kita sudah konfirmasi ke teman-teman PBNU, untuk hardcopynya dimirim via pos. Tapi belum sampai,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa dari hasil konfirmasi itu pihaknya juga sudah tahu tekhnisnya. Jadi, tak ada waktu kapan harus menghadap ke PBNU.

“Jadi kontak langsung dengan Ketua Umum PBNU kapan bisa ketemu di Jakarta. Jadi hanya itu,” ujarnya.

Pria akrab disapa Cak Misyono ini mengaku, surat pemanggilan ini sebenarnya bersifat tabayun terkait video viral statemen Ketua PCNU Bondowoso yang saat diminta memberikan sambutan di Konferancab PKB di PAC NU Cermee beberapa waktu lalu.

“Jadi sifat, suratnya informasi dari teman-teman PBNU itu tabayyunlah. Sampai ada viral seperti itu menjelaskan kronologi tidak sepotong-sepotong video itu,” tuturnya.

Ia pun mengaku bahwa Ketua PCNU Bondowoso siap untuk menghadiri

Baca Juga : Tekan Penyebaran Varian Omicron, Polres Bondowoso Gelar Pamor Keris

“Nunggu kita komunikasi dengan Sekprinya Ketum, kapan beliau di Jakarta, di Kantor PBNU insyaallah Ketua akan berangkat kesana,” pungkasnya.

Berdasarkan release PBNU yang beredar disebutkan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang memanggil ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terkait pernyataan yang menyebutkan bahwa NU selama ini memperalat PKB.

“Atas perintah Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, kami memanggil Ketua PCNU Kabupaten Bondowoso agar tabayun, menemui Ketum PBNU di kantor PBNU,” kata Ketua PBNU Amin Said Husni, Senin (24/1).

Menurut mantan Bupati Bondowoso ini, pernyataan Ketua PCNU Bondowoso perlu diklarifikasi karena mengatakan “Bukan PKB yang Peralat NU, Tapi NU yang Peralat PKB”.

Apalagi video pernyataan Ketua PCNU Bondowoso ini juga disiarkan dan diviralkan oleh Media Center PKB Bondowoso. Saat ini video berupa pernyataan Ketua PCNU Bondowoso ini telah viral di berbagai platform media sosial.

PBNU memandang perlu untuk mendapatkan tabayun guna mengetahui latar belakang dan konteks dari pernyataan Ketua PCNU Kabupaten Bondowoso tersebut.

“Berkenaan dengan hal itu PBNU meminta kepada Ketua PCNU Bondowoso segera membuat laporan tertulis terkait latar belakang, konteks pernyataan dan detail informasi terkait agenda pertemuan yang dikutip dalam video tersebut,” kata Amin Said.

Selain membuat pernyataan tertulis secara lengkap, PBNU juga memanggil Ketua PCNU Bondowoso untuk melakukan tabayun secara langsung kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di kantor PBNU.

Surat pemanggilan untuk tabayun ini juga telah dikirimkan melalui surat resmi berkop PBNU bernomor: 36/C.I.16/01/2022 tertanggal 24 Januari 2022 dan ditandatangani Ketua PBNU Amin Said Husni serta Wakil Sekjen Nur Hidayat.

Sementara itu, Ketua PCNU Bondowoso merupakan ketua PCNU ke tiga yang dipanggil PBNU berkaitan dugaan keterlibatan politik praktis dukung mendukung calon presiden. Sebelumnya, PBNU juga memanggil Ketua PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo untuk melakukan tabayun ke kantor PBNU.(och)