Share

SITUBONDO – Pencairan honor guru ngaji (guji) Situbondo tahun 2020 ini dinilai janggal. Pasalnya, dilaksanakan dengan cara mengumpulkan para penerima di sebuah Pondok Pesantren. Tidak lagi, dilaksanakan dengan cara yang sama seperti tahun lalu, yakni dikumpulkan di Kecamatan bersama Bank Jatim.

Hal ini sangat disayangkan oleh Ketua Komisi 4 DPRD Situbondo, H. Fahrudi Apriawan, dalam keterangan persnya, Kamis (7/5/2020).

Ia menerangkan, saat jelang Pilkada guru ngaji yang telah membuka rekening justru masih dikumpulkan. Padahal, katanya, dengan telah memiliki rekening honor tersebut sebenarnya bisa langsung ditransfer.

“Akan tetapi yang menjadi janggal adalah teknis pencairannya. Para guru ngaji sudah membuka rekening sehingga dengan otomatis sebenarnya jika sudah ditransfer dari pemkab maka guru ngaji tinggal mengambil di rekening masing-masing di unit Bank Jatim terdekat,”katanya.

 

Baca Juga : Jalan Penghubung Antar Desa Ardirejo Rusak Berat, Diduga Karena Sering Dilalui Dumpt Truck

 

“Tetapi saat ini justru para guru ngaji dikumpulkan di pondok pesantren,”urainya.

Karena kondisi inilah, Ia pun mengingatkan kepada semua pihak agar hendaknya jangan sampai pendistribusian honor guru ngaji ditunggangi kepentingan politik menjelang Pilkada.

“Kami (Red: Komisi 4) akan melaksanakan monitoring. Melihat jadwal, karena jadwalnya ada yang bersamaan dengan reses DPRD,”jelas politisi PPP itu.

Untuk informasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo mulai membagikan honor guru ngaji mulai 7-14 Mei 2020.(och)