BONDOWOSO – Buruknya kualitas beras sejahtera (Rastra) yang diedarkan Bulog Bondowoso membuat ketua DPRD Bondowoso ikut geram. Menurutnya, kualitas beras rastra harus bagus karena akan dikonsumsi warga kurang mampu, bukan untuk pakan ternak. Kegeraman Dhafir itu terjadi saat dirinya mengetahui ada warga di desa Koncer Kidul yang mengembalikan Rastra karena kualitasnya yang buruk. Dhafir menyayangkan hal tersebut terjadi. Terlebih saat ini masyarakat melaksanakan ibadah puasa.  Seharusnya, lanjut Dhafir, rastra yang diberikan kualitasnya paling tidak menengah dan layak dikonsumsi. Dengan begitu masyarakat lebih khidmat dalam menjalankan ibadah puasa.

“Dengan niat membantu warga miskin, apa lagi ini bulan Ramadan, seharusnya jatah beras Rastra bukan beras yang berbau apek tapi beras medium,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Campur Batu dan Bau, Rastra Bulog Bondowoso Ditolak Warga

 

Menurutnya, warga memang hanya mengeluarkan Rp 1600 untuk satu kilogram rastra. Tapi menurutnya jangan dilihat harga beras pada kisaran Rp 1600 tersebut. Tapi di setiap kilo ada uang negara atau subsidi Pemerintah utk meringankan beban warga miskin. Inilah yang dimaksud Pemerintah hadir untuk mengurangi beban warga yang kurang atau tidak mampu. “Benni epakani pakanah ajem atau dereh (bukan justru diberi pakan ayam atau merpati),” ujarnya dalam bahasa Madura.

Dhafir pesimis jika hanya dikembalikan akan menyelesaikan persoalan. Karena bisa jadi Bulog akan melakukan hal yang sama di tempat lain. “Kita berbuat untuk Bondowoso niat ibadah bantu warga miskin. Fasilitasi laporkan pada pihak yang berwenang,” pungkasnya. (abr/esb)