BONDOWOSO – Desa Mengen, Tamanan terus berbenah dalam mempermufah menjaga stabilitas keamanan Desa. Baru-baru ini, Desa yang berbatasan dengan Kabupaten Jember tersebut menerapkam keamanan berbasis digital. Mereka menyebut sistem keamanan digital tersebut dengan ‘Kentongan Digital.

Kepala Desa Mengen, Ahmad Fauzan menjelaskan, sistem keamanan tersebut terhubung ke semua perangkat android milik warga. Tentu kata dia, mereka harus mengunduh aplikasinya di play store. Kemudian mereka harus registrasi ke balai desa. Hal itu demi keamanan bersama, karena sistem ini hanya untuk warga Mengen.

“Seandainya di Dusun Krajan ada orang yang mencurigakan. Ketik tombol keamanan dipencet oleh warga dusun tersebut. Maka warga yang punya android se-Desa Mengen, akan berbunyi semua,” jelasnya, Minggu (31/5/2020).

 

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 di Bondowoso Bertambah Tiga Lagi

 

Menurutnya, sistem keamanan itu juga dilengkapi dengan informasi lokasi yang akurat. Misalnya, warga RT 1 Dusun Krajan yang memecet tombol keamanan, maka lokasi tersebut akan muncul.

“Maka muncul di semua android warga, bahwa yang terjadi gangguan keamanan di Dusun Krajan RT 1,” katanya.

Setelah diketahui ada gangguan keamanan maka warga atau pihak pemerintahan Desa bisa berkoordinasi dengan Polsek atau Polres Bondowoso.

Namun demikian, warga diingatkan tak boleh memainkan tombol keamanan ini. Bagi warga memencetnya tanpa ada alasan atau sekedar main-main maka akan ada sangsi.

Inovasi yang dilakukan oleh Desa Mengen tersebut diapresiasi oleh Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Inf Jadi. Menurutnya, penerapan kentongan digital mempermudah warga Desa dalam melapor ancaman keamanan.

“Tinggal bagaimana masyarakat diedukasi agar merasa memiliki sistem ini. Setelah itu, pelaksanaannya pun harus maksimal,” tutup Dandim Jadi. (abr)