Share

SITUBONDO – Di awal pemerintah Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan Wabup, Nyai Hj Khoirani, insentif guru ngaji mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dari yang awalnya Rp 1,1 juta per tahun menjadi Rp 1,5 per tahun.

Kenaikan tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari para guru ngaji yang ada di Kota Santri Pancasila.

Salah satunya, Ustadz Suroso (66), warga Dusun Sumberkolak Pinang, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan ini menyampaikan, dirinya merasa bangga dengan kepemimpinan Bung Karna dan Nyai Khoi. Sebab mereka berdua telah merealisasikan janji politiknya semasa kampanye.

“Alhamdulillah Pak Karna dan Nyai Khoi ini pemimpin yang tidak obral janji. Apalagi naiknya langsung banyak,” ujarnya kepada Jurnalis Memo Indonesia.com, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga : Pohon Trembesi Tumbang, Timpa Truck Kontainer di Klatakan

Ustadz Suroso mengatakan, uang dari insentif guru ngaji tersebut ia gunakan untuk membayar listrik mushallah dan keperluan lainnya. “Selain itu juga saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, seperti beras,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ustadz Suroso berharap, insentif guru ngaji bisa berlanjut dan nominalnya dinaikkan lagi. Sehingga kesejahteraan Ustadz dan Ustadzah di Kota Santri Pancasila semakin membaik. “Saya doakan mudah-mudahan pendapat asli daerah (PAD) Situbondo bisa naik, sehingga insentif guru ngaji juga naik,” bebernya.

Ustadz Suroso menyampaikan, dirinya menjadi ustadz sejak tahun 1979, hingga 2022 ini. “Sekarang santri saya di Mushola Miftahun Najah berjumlah 16 orang,” tuturnya.

Lebih jauh, Ustadz Suroso menerangkan, dirinya mengajar santrinya mengaji mulai sebelum Magrib hingga setelah shalat Isyak. “Mulai pukul 04.30 WIB sampai 19.00 WIB,” pungkasnya. (Ozi).