Share

BONDOWOSO – Imam Thohir, Ketua Fraksi PPP DPRD Bondowoso, mengatakan bahwa ruang untuk menaikkan honor guru ngaji di APBD 2019 ini masih sangat besar. Pasalnya dalam draf RAPBD 2019 memiliki peluang besar untuk dirubah sebagai akibat pandangan umum fraksi-fraksi, yang lima fraksi minta guru ngaji disesuaikan dengan visi dan misi Bupati.

Tentu dengan kondisi ini, kata Thohir, tampaknya 90 persen akan mengalami kenaikan. Bukan hanya itu saja, Bosdamadin juga akan berubah 12 bulan.

“Maka ruang untuk melakukan perubahan itu luas dan sangat memungkinkan. Dan draft itu bisa berubah, wong namanya draft kok,” tutur Thohir di Gedung DPRD, Senin (8/10).

Ia mengatakan setelah dihitung masih memungkinkan untuk banyak hal dilakukan.

” Menariknya Bupati ini kan ada semacam kajian yang serius terhadap ekonomi. Diantaranya, rencana pembuatan jembatan kaca yang sudah masuk dalam PAPBD kemarin, Bupati mengevaluasi itu tidak penting. Maka silpa yang Rp 4 milliar kemarin itu masih bisa kemana-mana lagi,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa rencana pembangunan jembatan kaca di Solor itu disepakati untuk ditangguhkan dulu.  Karena, banyak hal penting untuk mencukupi dari Rp 4 milliar menjadi Rp 10 milliar.

“Anggarannya kan yang ada Rp 4 milliar di PAPBD 2018, rupanya  4 milliar itu akan menjadi Silpa pada APBD 2018. APBD 2018 menjadi silpa maka masuklah dalam PAPBD 2019. Masih banyak yang perlu dirancang ulang,” tutur Thohir.

Thohir mengatakan bahwa pembahasan terkait insentif guru ngaji ini akan masuk final setelah RAPBD disahkan.

“Pengesahan kita jadwalkan November. Berarti diawal 2019 itu sudah bisa dilaksanakan setelah ada evaluasi Gubernur,” pungkasnya. (Och)