SURABAYA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 harus dijadikan sebagai momentum dalam mewu

judkan masyarakat yang adil, karena ketika keadilan terwujud maka akan tercipta kemakmuran. Keadilan, menjadi konsep utama sebab disparitas menjadi problem serius yang saat ini dialami Bangsa Indonesia. Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo usai menjadi Inspektur Upacara (Irup) Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya, tadi pagi.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, konsep keadilan disini berarti negara memberikan akses terhadap pihak yang kecil dan lemah, agar tidak menimbulkan disparitas. Apalagi, saat ini 1 persen masyarakat Indonesia menguasai 49,7 persen kekayaan negara.

“Masalah disparitas ini harus dipikirkan secara serius, bila tidak maka akan muncul konflik sosial, persatuan akan terwujud bila ada keadilan,” jelasnya.

HUT RI ke 72 yang bertemakan “Indonesia Kerja Bersama”, menurutnya memiliki makna bahwa dengan bersama-sama mulai dari corporate hingga negara semakin bersinergi. Disamping itu, tema tersebut sebenarnya merupakan bentuk penguatan agar semua pihak semakin bersama dan bersatu jelang pemilihan presiden/pilpres dan pemilihan kepala daerah/pilkada serentak.

“Bersama atau bersinergi ini bisa diwujudkan melalui gotong royong,  khususnya jelang pilpres dan pilkada serentak yang melibatkan seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Pakde Karwo berpesan bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika terjalin silaturahim yang baik. Oleh sebab itu, para pemimpin harus sering bersilaturahim dengan para ulama.

“Saat ini hubungan seperti inilah yang harus diisi, sehingga tercipta hubungan yang egaliter atau lebih bersifat fungsional,” pungkasnya.

Seusai HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 Gubernur Jatim Dr H Soekarwo menerima ucapan selamat dari Negara-negara sahabat yang diwakili oleh Konjen USA di Surabaya Heater Variava.Perwakilan negara sahabat yang hadir antara lain Konjen Jepang, Konjen RRT, dan Konjen kehormatan Hungaria. Juga Konsul Kehormatan Belanda, Thailand, Perancis, Jerman Maroko, Selandia Baru, Filipina, dan Konsul Kehormatan Polandia.

Pemberian ucapan selamat diatandai dengan toast bersama antara Gubernur Jatim dengan para konjen, konsul kehormatan, dan perwakilan Negara sahabat.

Sekedar diketahui, upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ini dipimpin Komandan Upacara Letnan Kolonel Infanteri Arynovian Hany Sampurno dan diikuti oleh satu unit korsik satpol PP Prov Jatim, satu kompi Korp Wanita TNI dan Polwan, satu kompi Taruna AAL, satu pleton TNI AD, satu pleton TNI AL, satu pleton TNI AU, dan satu kompi Polri. Juga, satu kompi gabungan KORPRI (Badan Pendapatan Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan), satu kompi mahasiswa (Politeknik Pelayaran, ATKP dan Univ. Hang Tuah), satu kompi ormas kepemudaan (TAGANA dan Bela Negara), dua kompi pelajar SMA (SMA Hang Tuah I dan IPIEMS) dan satu kompi pramuka dan SMA Baruna Wati Surabaya.

Nampak hadir Istri Gubernur Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf beserta istri Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf, Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, jajaran Forpimda Jatim beserta isteri, pejabat, dan mantan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Para undangan dan seluruh peserta  mendengarkan dengan khidmad.

Setelah pembacaan naskah proklamasi, terdengar dentuman meriam sebanyak 17 kali oleh Batalyon Howitser Pasmar 1 yang disertai dengan bunyi sirine dari PMK Pemkot Surabaya. (sga)