BONDOWOSO – Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Balai Besar 8 Wilayah Jawa Timur melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur berupa pengaspalan jalan menuju kawasan wisata Beto So’on (Batu Susun), di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Rabu (13/9) tadi siang.

Jalan aspal hotmix yang membentang dari Desa Cermee, Batu Ampar, dan Solor, kurang lebih sepanjang 12 km ini, terus dikerjakan. Saat ini pelaksanaannya sudah mencapai 50% dan diperkirakan selesai paling lambat bulan November. Hasil ini cukup membuat Perencana dan Pengawas Jalan Nasional (P2JN) Kementerian PUPR mengaku puas.

Hal ini diungkapkan Drs. Adi Suwito, ST bagian P2JN Provinsi Jawa Timur yang merasa bangga dan puas dengan hasil yang telah dicapai dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan bulan proses pengerjaannya sudah mencapai 50%. Selama pembangunan berjalan belum ada laporan mengenai kendala dan terhambatnya pembangunan dan hasilnya bagus.

“Kualitasnya sangat bagus dan patut diapresiasi. Saat ini masih proses pengerjaan lapen sudah sangat bagus, mulai dari material yang tersedia, dipasang, hingga garapannya juga bagus. Nantinya juga masih akan dihotmix setelah proses pengerjaan lapen selesai,” ujar Drs. Adi Suwito, ST bagian P2JN Provinsi Jawa Timur ini tadi siang.

Menurutnya, sejauh ini pembangunan jalan hotmix menuju kawasan wisata Beto So’on (Batu Susun) atau yang disebut “Stonehange”-nya Indonesia ini masih sesuai harapan dan berjalan lancar. Namun, pihaknya juga memberikan beberapa rekomendasi dan arahan agar berjalan maksimal serta asas manfaatnya terasa baik bagi masyarakat.

“Sejauh ini masih sesuai harapan dan berjalan jalan lancar. Tentu ini akan membuat bangga kita bersama meski juga ada beberapa rekomendasi yang harus diperhatikan oleh Dinas PUPR. Secara keseluruhan sudah cukup baik,” tambahnya.

Adi Suwito lebih lanjut mengatakan, fasilitas jalan merupakan sebuah akses untuk melancarkan perputaran roda ekonomi masyarakat dan sebagai sarana prasarana transportasi di sektor pendidikan. Sehingga, pemanfaatan dari jalan tersebut bisa dinikmati masyarakat sekitar dan seluruh masyarakat lainnya yang hendak melihat keindahan alam.

“Selain itu, sebagai penunjang di sektor kepariwisataan. Dimana Desa Solor dikenal memiliki Stonehange-nya Indonesia yang kalau orang sini (Bondowoso, red) menyebutnya Beto So’on yang tidak kalah menarik bila dibandingkan dengan tempat wisata yang terdapat di luar Negeri,” sambungnya lagi.

Dengan terealisasinya akses jalan bagi masyarakat yang berdampak pada peningkatan di segala aspek, juga karena kualitas pengerjaan pembangunan jalan hotmix sangat bagus, akan diusulkan menjadi Percontohan Nasional. Usulan ini pun dianggapnya sangat layak karena adanya beberapa indikator yang menurut Adi Suwito memenuhi kriteria.

“Kriterianya banyak dan akses jalan ini memenuhi beberapa kriteria yang ada. Apalagi, pengerjaannya juga sangat bagus setelah saya lihat dari bawah hingga ke lokasi wisata. Jadi, Jawa Timur mengusulkan lokasi ini agar jadi percontohan Nasional,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM, saat dikonfirmasi mengaku bangga dan bersyukur serta mengucapkan terima kasih jika pengaspalan jalan menuju akses wisata Beto So’on itu diusulkan jadi percontohan Nasional. Hal ini juga akan membuat bangga masyarakat Bondowoso karena kualitas infrastruktur berskala Nasional.

“Artinya, kualitas infrastruktur kita mampu bersaing di tingkat Nasional. Harapannya, ke depan dengan kepercayaan ini akan banyak program dari pusat yang jatuh ke Bondowoso. Sehingga yang diuntungkan dan menerima manfaat juga masyarakat Bondowoso,” ujarnya. (ron)