SURABAYA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Shadiq Pasadigue menilai Provinsi Jawa Timur telah berhasil melakukan inovasi pelayanan publik. Hal itu dibuktikan dengan raihan penghargaan inovasi pelayanan publik yang didominasi oleh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Menurutnya apa yang saat ini dilakukan Pemprov Jatim merupakan sebuah langkah dan terobosan dalam memberikan inspirasi dalam memajukan kualitas pelayanan publik. Karena memang di zaman seperti saat ini pelayanan tidak hanya dilakukan secara konvensional semata, melainkan harus dapat memasukan unsur teknologi informasi.

“Dengan acara seperti ini diharapkan inovasi pelayanan publik yang digagas Pemprov jatim terus berkembang, karena melakui inovasi setiap daerah dapat melakukan perubahan,” ujarnya.

 

Baca Juga : F-PKB Jatim Dorong Gubernur Terbitkan Pergub Larangan Organisasi Anti Pancasila

 

Sekedar diketahui, Gelar Pameran dan Simposium Pelayanan Publik Jawa Timur 2017 terselenggara berkat kerjasama Kemenpan RB, Provinsi Jawa Timur, dan Kabupaten Gresik. Acara ini diselenggarakan selama tiga hari, tanggal 18-20 Mei 2017 di Gelora Joko Samudro Gresik. Terdapat 200 stand pameran yang ikut memeriahkan. Peserta terdiri dari seluruh SKPD Provinsi Jawa Timur, Kab/kota di Jawa Timur, instansi vertikal, dan BUMD.

Pada kompetisi inovasi pelayanan publik 2017, tercatat 3.054 inovasi pelayanan publik yang terdaftar melalui aplikasi Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (SiNovik). Animo instansi untuk mengikuti kompetisi ini selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2014, ada 515 inovasi yang dikompetisikan dan menghasilkan Top 99 dan Top 9. Pada 2015, meningkat menjadi 1.184 inovasi. Sementara tahun 2016, jumlah peserta meningkat menjadi 2.476 inovasi.(sga)