Share
Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember saat menyampaikan materi hukum kepada sejumlah siswa-siswi SMP Negeri 1 Jember, Kamis (7/9).

JEMBER – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menerjunkan para Jaksa Fungsional guna menyampaikan materi hukum kepada sejumlah siswa-siswi SMP Negeri 1 Jember, Kamis (7/9).

Pelaksanaan kegiatan Penerangan Hukum Program JMS juga diikuti Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jember Ida Rubiyanti, dan beberapa guru petugas urusan Kesiswaan. Selain itu juga siswa-siswi dari Kelas 7 – 9 serta Pengurus OSIS.

Petugas penerangan hukum yang diterjunkan adalah beberapa Jaksa wanita Kejari Jember yang dikoordinir oleh Kepala Seksi Intelijen.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negri Jember Maryanto SH, menyampaikan  berdasarkan UU Tentang Kejaksaan No 16/2004, dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum Kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan peningkatan kesadaran hukum masyarakat

“Bahwa perlunya kesadaran hukum oleh para pelajar siswa-siswi sebagai generasi muda calon penerus bangsa, jangan sampai terjerumus melakukan perbuatan yang melanggar hukum terutama perbuatan pidana karena sanksinya yang berat dan dapat merusak masa depannya,” Jelas Maryanto

Adik Sri Sumarsih, menyampaikan materi tentang bahaya penggunaan narkoba terutama oleh para pelajar atau anak di bawah umur. Untuk itu dia berpesan jangan sampai terjadi pada para siswa mencoba mengosumsi barang terlarang tersebut yang akan berakibat fatal bagi kehidupan masa depan.

 

Baca Juga : Bobol Toko Pakaian, Dua Pelajar SMP di Jember Ditangkap

 

Sementara Kadek Dewi Rupianti, menjelaskan tentang dampak buruk bagi anak-anak atau pun pelajar sekolah yang terlibat kasus narkotika yang telah mendapat hukuman pidana. Akibatnya juga membuat penderitaan juga pada orang tua dan keluarganya.

Kajari Jember Ponco Hartanto, menerangkan pelaksanaan kegiatan Penerangan Hukum program JMS, kepada siswa-siswi SMP Negeri 1 Jember adalah sebagai salah satu program Kejaksaan Negeri Jember pada triwulan III Tahun 2017.

“Sebagai salah satu upaya kepada generasi muda khususnya pelajar untuk mengetahui, memahami, menghayati dan patuh terhadap hukum dan peraturan-peraturan Perundang-undangan yang berlaku, dan upaya menjauhkan diri dari bahaya kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, bahaya merokok, pergaulan bebas, kekerasan dan tawuran,” jelasnya

Pada kegiatan penerangan hukum tersebut diberikan brosur yang bertemakan “Kenali Hukum Jauhkan Hukuman”, ajakan menghindari atau menjauhi “Bullying” terhadap teman atau anak-anak, gambaran jerat hukum pelaku bullying, serta gambaran akibat negatif bila memakai narkoba. (mam)