BONDOWOSO – Serangan Israel atas rakyat Palestina menuai kecaman dari masyarakat Bondowoso. Puluhan mahasiswa turun jalan dan membakar bendera Israel sebagai bentuk protes keras atas kekejaman zionis yang kini sedang membantai masyarakat Palestina, Jumat (28/7/2017)

Tidak hanya mahasiswa, namun aksi yang diwadahi oleh DPD KNPI ini juga diikuti oleh 16 organisasi lainnya. Di antaranya adalah GP Ansor, AMPI, Lapesdam NU, Rijalul Ansor, Banser NU, dan Kokam Muhamadiyah.

Seusai Salat Jum’at, massa bergerak dari depan Masjid agung At-taqwa untuk mengelilingi alun-alun Ki Bagus Asra. Saat ditemui Memo Indonesia di lokasi, Koordinator lapangan perwakilan HMI Cabang Bondowoso, Moh. Fajri menyampaikan bahwa kontribusi pemerintah Indonesia hingga saat ini belum ada. Bahkan pemerintah belum berani membantu rakyat palestina. “Pemerintah sendiri belum berani membantu, baik secara materi maupun hukum,” tukasnya.

 

Baca Juga : OKP dan Ormas Bondowoso Desak Pemerintah Tangani Konflik Israel-Palestina

 

Dijelaskannya, bahwa konflik Israel Gaza ini bukan hanya sekedar masalah aqidah, namun juga menyangkut isu kemanusiaan.

Sedangkan perwakilan AMPI Bondowoso, Adi Krisna, yang sedang memegang megaphone terlihat lantang menanyakan kesiapan kepada peserta aksi. Jika Israel tidak terima atas aksi peduli rakyat palestina tersebut. Atas pertanyaan itu massa pun menyatakan siap apabila aksi tersebut benar-benar mendapat reaksi keras dari Israel.

“Kami siap menghadapi Israel, jika tidak terima dengan aksi yang kita lakukan hari ini,” tegas Krisna.

Aksi tersebut diwarnai dengan aksi teaterikal dan pembakaran bendera Israel dengan teriakan “Ganyang israel”. Aksi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan Rijalul Ansor. Menjelang Ashar, dengan tertib massa membubarkan diri. (abr)