Share

BONDOWOSO – Akhirnya setelah dua tahun keberangkatan ibadah haji ditutup. Tahun ini, kembali dibuka.

Namun demikian, karena adanya pembatasan dari Pemerintah Arab Saudi. Maka, jumlah calon jemaah haji (CJH) yang diberangkatkan tak semua. Melainkan hanya, 45,2 persen atau hanya 301 orang. Dari jumlah kuota keseluruhan yang mencapai 634 orang.

“Yang tidak berangkat tahun ini, kita prioritaskan untuk berangkat tahun depan,” terang Suharyono,  Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Bondowoso, dikonfirmasi Rabu (11/5/2022).

Ia menerangkan, berdasarkan regulasi pihaknya juga diminta untuk menyiapkan jamaah haji cadangan. Sebagai, antisipasi apabila terdapat jamaah yang tidak dapat berangkat.

“Di Bondowoso terdapat 68 orang yang disiapkan sebagai cadangan,” jelasnya.

Adapun, pemilihan 301 orang yang berangkat melihat dari nomor urut porsi.

Dikonfirmasi terkait kepastian waktu pemberangkatan ibadah haji, Suharyono menegaskan masih menunggu proses kur’ah atau pengundian tanggal berangkatnya yang akan dilakukan pada pekan depan. Hal itu berdasarkan hasil rapat Kemenag Kabupaten dan Provinsi.

“Nanti akan diundi, Bondowoso dapat kloter nomor sekian, begitu,” urainya.

Baca Juga : Matangkan Penyambutan Tim Asesor UGG, Bondowoso Pastikan Kesiapan SDM Hingga Pengelolaan Sampah

Disinggung tentang CJH yang telah melakukan pelunasan, kata Suharyono, jika tidak mengambil uang pelunasan tahun sebelumnya, maka pada tahun ini cukup melakukan konfirmasi saja, tanpa adanya tambahan biaya

“Ditalangi dari dana optimalisasi Badan Pengelola Keuangan Haji. Jadi yang nutup negara,” ucapnya.

Sementara bagi masyarakat yang belum melakukan pelunasan atau mengambil uang pelunasannya, maka yang bersangkutan tetap harus melakukan pelunasan sesuai dengan yang sudah ditentukan.

“Sejumlah 17 juta sekian itu (pelunasannya, red),” pungkasnya.(och)