Share

BONDOWOSO – Keberangkatan jemaah calon haji (JCH) tahun 2022 di Bondowoso belum ditentukan tanggal keberangkatannya.

Karena data JCH yang masih belum valid. Yakni, masih ada sejumlah JCH yang masuk dalam daftar kuota, namun menyatakan untuk menunda keberangkatan.

Kuota JCH Bondowoso sendiri jumlahnya mencapai 301 orang.

“Jadwal keberangkatan masih belum ditetapkan karena hingga Minggu 22 Mei kemarin masih banyak data JCH yang belum valid,” demikian diterangkan oleh Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso, Suharyono.

Ia menerangkan, ada tiga orang JCH yang sudah menyatakan menunda keberangkatan. Padahal mereka telah melakukan pelunasan.

Mereka beralasan karena tak berangkat bersama anggota keluarga mereka.

“Alasannya karena tidak bareng dengan suami dan istrinya, anak dan orang tuanya, akhirnya mengajukan tunda. Kita sisir Hari Minggu kemarin, ada tiga orang yang melunasi tapi kemudian ternyata mundur,” ungkap dia dikonfirmasi Senin (23/5/2022).

Ia menerangkan ke tiga JCH tersebut juga sudah membuat surat pernyataan tunda, yang kemudian dikirim ke provinsi oleh Kemenag Bondowoso.

“Ada juga bukti pelunasannya,” imbuh dia.

Selain itu kata dia, dari total kuota 301 JCH reguler itu, dari awal sudah ada tujuh orang tidak melakukan pelunasan karena memang mau menunda keberangkatan. Artinya ada 294 yang melunasi.

“Namun kemarin setelah dicek lagi, ada tambahan yang tunda. Jadi ada 10 orang. Jadi yang betul-betul tunda tujuh, kemudian yang melakukan pelunasan lalu tunda tiga orang,” paparnya.

Baca Juga : Pertemuan APEC MRT ke-28, Mendag Serukan ‘Kembali ke Perdagangan’, Kunci Pemulihan Ekonomi Dunia

Dengan begitu kata dia, JCH asal Bondowoso yang positif berangkat tahun ini sebanyak 291. Namun demikian, masih menunggu data cadangan, apakah bisa masuk di reguler atau tidak nantinya.

Sementara untuk 10 orang yang ditunda ini, masuk ke porsi Provinsi Jawa Timur. Artinya cadangan yang akan menggantikan 10 orang ini belum tentu semuanya JCH asal Kabupaten Bondowoso, karena provinsi yang menentukan.

“Dihitung semuanya berapa di Jawa Timur yang menyatakan tunda, otomatis yang porsi paling kecil itu yang naik,” jelas dia, Senin (23/5/02/2022).

Menurutnya, bisa jadi jemaah cadangan asal Kabupaten Bondowoso yang melaksanakan ibadah haji tahun ini lebih dari 10, karena beberapa kabupaten/kota juga banyak yang mengajukan tunda.

“Bisa juga kurang dari 10, karena diisi kabupaten lain dengan porsi yang lebih kecil lagi,” paparnya.

Ia juga memaparkan, pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2022 tidak ada JCH asal Kabupaten Bondowoso yang berangkat dari luar kabupaten/kota.

“Kemarin kita menunggu, mungkin ada yang mutasi, baik yang keluar maupun masuk ternyata tidak ada,” pungkasnya.(och)