Share

BONDOWOSO – Sepanjang tahun 2022, tercatat ada peningkatan dalam kasus pencabulan di Bondowoso. Kendati tak signifikan, yakni tiga kasus.

Tepatnya, pada tahun 2021 lalu, ada delapan kasus. Dan tahun 2022 meningkat menjadi 11 kasus. Adapun, untuk kasus persetubuhan disebutkan tak terjadi peningkatan atau dalam jumlah yang sama dari tahun sebelumnya, yaitu 13 kasus.

Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko mengatakan, bahwa pelaku pencabulan dalam kasus yang tercatat yakni orang terdekat korban.

Karena itulah, pihaknya menghimbau agar masyarakat berani melaporkan tindak pidana pencabulan.

“Kami akan menindaklanjuti siapa pun itu yang dilaporkan,” tegas Kapolres Wimboko dalam refleksi akhir tahun 2022, Kamis (22/2/2022).

Ia melanjutkan, bahwa pihaknya mengakui bahwa proses recovery dari korban pencabulan tidaklah sebentar.

Baca Juga : Penipuan Online Marak Terjadi, Polres Bondowoso Catat Sepanjang 2022 Peningkatannya Capai Puluhan

Karena itulah, dirinya mengatakan ada program-program dari Dinsos P3AKB, berkolaborasi dengan Polri, TNI dalam membantu anak-anak korban pencabulan dapat kembali ke dunianya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah, yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sumaryati, menerangkan, bahwa pelayanan korban kasus kekerasan pada anak tiap tahunnya mengalami peningkatan.

Catatan Dinsos P3AKB, yang telah dilaporkan di aplikasi Simponi, yakni pada tahun 2022 hingga bulan November ini tercatat ada 54 kasus pendampingan yang telah dilakukan.

Pendampingannya sendiri dilakukan baik dari pelayanan advokasi, psikologis, pendidikan, hingga kesehatan korban. Bahkan, juga rehabilitasi sosialnya.

“Bersama Polres, kami sudah terbentuk Satgas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), dan juga sudah berkolaborasi untuk memberikan penanganan korban kasus kekerasan,” pungkasnya.(Och)