Share


JAKARTA
– Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Agus Rahardjo siap memberikan kesaksian jika diperlukan dalam kasus korupsi e-KTP. Hal itu setelah namanya disinggung Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah terlibat dalam kasus e-KTP.

Saat pengadaan proyek e-KTP, Agus Rahardjo menjabat sebagai ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Terkait hal itu, dirinya siap jadi saksi di pengadilan. Namun Agus mengaku kesiapannya jadi saksi tidak ada hubungannya dengan tudingan Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua DPR RI bahwa dirinya terlibat dalam kasus haram tersebut.

“Kalau misal perlu dipanggil di pengadilan, saya siap membarikan kesaksian” ujar Agus.

Agus meminta kepada semua pihak jangan ada upaya menghalang-halangi kerja KPK dalam mengungkap kasus korupsi.

“Mari kita dan bangsa ini bersama-sama korupsi kita hilangkanlah dari negeri kita ini. Jadi langkah-langkah KPK jangan dihalangi seperti itu,” ujarnya.

Agus memastikan saat menjabat di LKPP, secara kelembagaan LKPP sudah memberikan rekomendasi. Hal ini juga pernah Agus sampaikan saat memberi tanggapan Gamawan Fauzi beberapa waktu lalu.

Sementara Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sudah ada sekitar sembilan nama yang dicekal dalam kasus ini. Mereka yang termaksud juga dua yang sudah berstatus terdakwa. Irman dan Sugiharto sudah dicekal sejak 28 september tahun lalu hingga 8 April tahun ini.

Nama berikutnya adalah Drajat Wisnu Setyawan selaku ketua panitia pengadaan barang/jasa, Anang Sugiana Sudiharji Direktur Utama PT Quadra Solution, Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku penyedia barang/jasa. “Dan tiga orang saksi Wisnu, Anang dan Andi untuk surat 28 September 2018,” tegas Febri. (hos/esb)