Share

 

 

KUTAI TIMUR – Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kaltim, kembali marak, khususnya di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Keadaan ini menjadi perhatian PemkabKutim, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

Seperti dikatakan Sekretaris Dinkes Kutim, Haryati, bahwa DBD masih merebak di Kutim. Namun pihaknya, tidak bisa berbuat banyak, dalam upaya pencegahan yang disebabkan anggaran minim. Hal itu, menurut Haryati menjadi salah satu kendala Dinkes, dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit berbahaya tersebut.
“Kami tidak ada anggaran untuk foging, tetapi kami sudah meminjam. Jika ada anggaran, kami harap bisa diprioritaskan, untuk mengganti pinjaman,” ujar Haryati di komplekPemkab Kutim belum lama ini.

Walaupun terkendala anggaran, dia mengaku, Dinkes akan terus berupaya untuk melakukan berbagai upaya pencegahannya. Seperti terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar memperhatikan kebersihan lingkungannya serta melakukan 3 M (Menutup, menguras dan menguburkan) guna menghindari penyebaran lebih luas.

“Saya imbau kepada masyarakat, agar tidak menumpuk sampah yang berpotensi menimbulkan genangan air. Supaya tidak ada nyamuk berkembang biak,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes, Yuwana mengatakan, penyakit DBD merupakan hal yang kerap terjadi dimanapun.

“Kalau musim juga tidak. Memang DBD kan hampir setiap saat ada walaupun biasanya naik pada Desember sampai April,” katanya. (hms)