Share

SURABAYA – Puluhan karyawan Koran Seputar Indonesia (Sindo) Biro Jawa Timur yang dilakukan Pemutusan Hubungan kerja (PHK) menggelar unjuk rasa damai di areal Patung Gubernur Suryo, Jalan Gubernur Suryo Di Surabaya tadi pagi. Aksi ini juga diikuti sejumlah elemen organisasi jurnalis, diantaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), perwakilan Aliansi Jurnalis Indeoendent (AJI), dan Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Surabaya.

Ketua Paguyuban Karyawan Koran Sindo Tarmuji Talmacsi mengatakan, aksi ini menuntut PT Media Nusantara Citra (MNC) selaku induk perusahaan penerbit Koran SINDO, yakni PT Media Nusantara Informasi (MNI) segera menuntaskan kasus PHK dan aksi ini merupakan upaya lanjutan karyawan dalam memperjuangkan haknya, yaitu pesangon 2x PMTK (Peraturan Menteri Tenaga Kerja).

“Manajemen MNI sebagai anak perusahaan MNC melakukan perubahan strategi dari koran lokal berbasis nasional. Hal ini berujung pada efisiensi karyawan. Karyawan yang kena PHK berhak mendapat pesangon 2x PMTK,” katanya usai melakukan unjuk rasa.

 

Baca Juga : Waketum DPP PD Maju Pilgub Jatim 2017

 

Para karyawan Koran Sindo, dijelaskannya tidak bisa menerima PHK sepihak dan sangat mendadak ini.

“Seharusnya ada sosialisasi dulu. Ini tidak, PHK dilakukan sepihak, bahkan surat PHK dikirim ke masing-masing alamat karyawan melalui jasa pengiriman. Surat PHK diterima karyawan saat malam takbir Idul Fitri kemarin,” katanya.

Bahkan, Tarmuji menambahkan, ada salah satu karyawan yakni Sekretaris Redaksi Nimas Damsrsari yang tengah cuti hamil juga kena PHK mendadak ini.

“Padahal sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13/2003, karyawan yang tengah hamil, apalagi cuti, tidak bisa dimutasi, terlebih lagi di PHK,” pungkasnya. (sga)