Lumajang – Memo Indonesia. Semenjak dibubarkannya Hizbut Tahrir indonesia (HTI) oleh pemerintah beberapa hari lalu, membuat Polres Lumajang terus memantau perkembangan situasi di daerah antisipasi terjadinya gejolak seperti di daerah lain.

Kepala Kepolisian Resort Lumajang AKBP Raydian Kokrosono, S.IK mengaku terus memantau dan menekan agar Lumajang tetap aman dan kondusif.

“Mudah-mudahan Lumajang ini tidak ada akses terkait dibubarkannya HTI,” ujarnya.

Lanjut Kapolres, masyarakat Lumajang harus tetap menjunjung tinggi keamanan dan ketertiban untuk membantu kepolisian dalam menciptakan situasi dan kondisi Lumajang tetap aman dan kondusif dan tidak main hakim sendiri.

“Kami bersama pemerintah dan instansi samping bersama-sama mencegah terjadinya gejolak berkaitan hal itu dengan melibatkan Forum Kerukunan Umat Agama (FKUB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta tokoh agama dan tokoh masyarakat,” katanya.

Hasil pantauan dari kepolisian, di Lumajang HTI itu ada. Tapi tak sebesar seperti di wilayah Jakarta dan daerah lain. Meski begitu, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap situasi dan kondisi Lumajang sehingga setiap pergerakan pihaknya mengetahui dan segera dilakukan pencegahan.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat Lumajang khususnya agar tetap memegang teguh empat pilar kebangsaan diantaranya UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

”Tidak ada gerakan apapun, situasi Lumajang tetap aman dan kondusif. Masyarakat Lumajang sudah cerdas mbk,” pungkasnya. (eni/ron)