BONDOWOSO – Kapasitas ruang isolasi untuk pasien virus corona di RSUD Koesnadi hanya ada empat kamar. Karena itulah, empat pasien positif dan seorang pasien reaktif rapid tes di Bondowoso kini tengah diisolasi di Klinik Paru dan Jantung, desa Pancoran, kecamatan Bondowoso.

Adapun, empat kamar di RSUD Koesnadi digunakan untuk merawat dua pasien positif, Ibu hamil yang reaktif rapid test, satu ODP yang rapidnya reaktif dan yang bersangkutan ada pengorbit atau penyakit penyerta.

Demikian dituturkan oleh M. Imron, Kepala Dinas Kesehatan, sekaligus juru bicara penanganan Covid-19 kabupaten Bondowoso, saat konfrensi pers, di Aula Dinkes, Minggu (10/5/2020).

Menurutnya, empat ruangan isolasi itu, terdiri dari tiga ruangan standart dan satu ruangan besar. Adapun, untuk RS. Bhayangkara masih menunggu persetujuan Gubernur untuk menjadi rumah sakit rujukan juga.

 

Baca Juga : Pemkab Bondowoso Ikuti Peringatan Nuzulul Qur’an Pemprov Jatim secara Virtual

 

 

Kendati demikian, Imron menegaskan bahwa pemanfaatan ruangan di klinik paru diprioritaskan untuk pasien yang tak memiliki gejala klinis. Tentu, dalam perawatannya tetap memperhatikan protokol dan SOP yang sudah ditentukan oleh tim medis dari Rumah Sakit umum.

“Jadi karena di Rumah sakit umum sudah penuh, maka kita isolasi di Klinik Paru,”tuturnya.

Untuk informasi, Jumlah pasien positif Corona di Bondowoso terus bertambah. Sehari setelah ada pengumuman bertambah tiga orang. Kini, dua orang lagi terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan begitu total pasien positif Covid-19 di Bondowoso mencapai delapan orang. Dua diantaranya telah sembuh.(och)