Share

BONDOWOSO – Rumah Sakit (RS) dr. Koesnadi di Bondowoso memastikan kamar isolasi untuk pasien Covid-19 tersedia hingga ratusan.

Namun memang yang terpakai hingga saat ini sekitar 30 persen atau sekitar 39 tempat tidur.

Karena itulah, kendati dalam beberapa pekan terakhir muncul adanya klaster hajatan di Desa Bendelan, Kecamatan Binakal, dengan jumlah orang terpapar hingga 14. Disusul klaster kantor dinas, dan empat Puskesmas lockdown. Ruang isolasi masih mencukupi.

Data dihimpun, total ada 125 tempat tidur di RSUD dr Koesnadi. Di Ruang Inap Khusus (RIK) Tekanan Negatif Krisan total ada 18 tempat tidur.

Kemudian RIK Biasa Rengganis berjumlah 40 tempat tidur, RIK Biasa Ijen 58 tempat tidur, di ICU Covid-19 lima tempat tidur, serta NICU Covid-19 empat tempat tidur.

Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna mengatakan, dari seratusan lebih tempat tidur, yang terpakai hingga saat ini adalah 39.

“Dan masih tersedia 86 tempat tidur, yang terpakai baru 30 persen,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan, dari tempat tidur yang terpakai paling banyak digunakan oleh pasien Covid-19 klaster hajatan di Binakal.

“Untuk yang dirawat di rumah sakit ada gejala semua. Tetapi untuk OTG (orang tanpa gejala) kita bisa terima nanti. Kalau andai kata dibutuhkan,” katanya.

Baca Juga : Dalam Dua Hari Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Situbondo Bertambah Tujuh Orang

Terkait pasien Covid-19 yang disertai penyakit penyerta, kata dia, cukup banyak. Rata-rata diabetes dan kencing manis.

“Kemarin, paling banyak yang menyumbang klaster hajatan,” imbuhnya.

Terkait pasien yang membutuhkan plasma konvalesen Covid-19, sejauh ini masih mengambil dari Lumajang, karena stoknya paling banyak.

“Kalau kategori parah, kita tambah plasma konvalesen. Sejauh ini ada satu pasien yang membutuhkan. Sudah ada dapat satu pendonor,” terang dr Yus.

Sementara untuk reagen tes corona, Yus mengaku masih cukup. “Dari rumah sakit ada dan Litbang juga ada,” ungkapnya.

Setiap hari penggunaan reagen untuk kebutuhan tes mencapai puluhan. Apalagi ketika tracing hingga sampai 50 reagen.

“Reagen masih cukup, kemarin terakhir menyediakan 200 yang baru, sambil menunggu yang dari Litbang,” paparnya.

Plt Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso berharap, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Terutama saat menggelar hajatan,” imbaunya.(och)