BONDOWOSO – Puluhan pegawai Kejaksaan Negeri Bondowoso terkejut dengan suara granat yang meledak di halaman depan kantor. Bahkan mereka sempat ketakutan bersembunyi di ruangan masing-masing. Ini terjadi karena, sejumlah pria bertopeng dengan membawa senjata api dan granat menyandera Kepala Kejaksaan, Rabu (20/9).

Aksi komplotan terduga teroris ini semakin mencekam dengan aksi tembak menembak dengan tim Sniper Bataliyon Raider 514 Bondowoso. Tampak seorang pria bertopeng terkapar setelah tertembus timah panas Sniper Raider 514.

Usai berhasil melumpuhkan kawanan teroris yang berjaga di halaman depan. Tim penyelamat, mulai membentuk barisan memasuki kantor kejaksaan. Hanya dalam hitungan kurang dari 15 menit, aksi penyanderaan tersebut berhasil dilumpuhkan. Kepala Kejaksaan pun berhasil dibebaskan dengan selamat.

Adegan mendebarkan ini merupakan rangkaian simulasi operasi penyelamatan sandera yang dilakukan oleh Bataliyon. Raider 514 Bondowoso, Rabu (20/9).

 

Baca Juga : Bondowoso Siaga Karhutla Hingga Akhir September

 

Letkol Infantri Arif Hariyanto, Komandan Latian Raider 514, mengatakan, operasi penangan teroris di Kantor kejaksaan ini melibatkan sedikitnya 520 orang dari semua unsur bataliyon 514.

“Untuk kondisi keamanan di Bondowoso kami telah melakukan kerjasama dengan Polri dan satuan jajaran yang ada, Bondowoso saya rasa masih aman,” terang Arief.

Namun demikian, Ia memastikan dengan semua unsur yang dimilikinya, pihaknya siap mengamankan NKRI dari serangan teroris.

Pantauan di lapangan, warga sekitar Kantor Kejaksaan dan para pemakai jalan terpana dengan adegan itu. Bahkan banyak yang sempat merekam adegan ini dalam kamera ponselnya. (och)