kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur Setiajit usai membuka Job Market Fair (JMF) gratis di Surabaya

SURABAYA – Modal utama untuk bersaing sekaligus menjadi pemenang dalam kompetisi untuk mendapatkan pekerjaan adalah setiap individu harus memiliki empat kompetensi yaitu pengetahuan, keterampilan, perilaku dan sosial, semuanya harus dimiliki oleh setiap individu dalam mencari pekerjaan. Demikian diungkapkan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur Setiajit usai membuka Job Market Fair (JMF) gratis di Surabaya.

Setiajit mengatakan kompetensi pengetahuan merupakan pengusaan secara teoritis terhadap bidang keahlian tertentu. Jika saat di sekolah porsi belajar 70 persen teori dan 30 persen praktik, maka di Balai Latihan Kerja (BLK) berubah drastis menjadi 80 persen praktik dan 20 persen teori

“Meski tidak terlalu banyak namun pengetahuan harus tetap ada,” katanya.

Kompetensi keterampilan, dijelaskannya, menjadi bagian sangat dominan selama mengikuti pelatihan di BLK. Para instruktur harus memastikan siswa paham dan mampu menguasai keahlian.

“Seluruh instruktur melatih tidak hanya memberikan pelatihan sesuai jam pelajaran tetapi memberikan pelatihan sampai bisa,” jelasnya.

 

Baca Juga : Surplus Listrik Jatim Jaminan Bagi Investor

 

Menurutnya, instuktur tidak hanya melatih, namun juga memiliki kemampuan traininganalisis, memilik job analisis, kemampuan bersinergi dengan perusahaan, ilmu-ilmu supervisor di perusahaan dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut ditambahkannya dua kompetensi lain yaitu kompetensi perilaku merujuk pada kedisiplinan sedangkan kompetensi sosial kemampuan berinteraksi dengan orang lain seperti menguasai bahasa asing.

“Orang yang menguasai kompetensi sosial itu pasti mudah bergaul, bergaul dengan atasan maupun dengan sesama pekerja,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, JMF kali ini menyediakan sebanyak 2.000 lowongan kerja (loker) dengan melibatkan 50 perusahan terkemuka. Selain dapat mengurangi angka pengangguran, loker yang disediakan merupakan bukti konkret Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mendorong lebih banyak penyerapan angkatan kerja di berbagai sektor usaha.(sga)