BONDOWOSO – Bertempat di Kecamatan Jambesari, puluhan Pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bondowoso kembali mengadakan Rapat Koordinasi Zona III. Pesertanya terdiri dari para Pendamping di Kecamatan Jambesari, Maesan, Grujugan, Tamanan, Tlogosari, Pujer, Tenggarang.

“Ibarat badan, kita ini satu tubuh. Apa yang menjadi tugas kita, juga menjadi bagian dari tugas para Pendamping Desa”, ungkap Kepala Dinas PMD Kabupaten Bondowoso, Abd. Rahman, di hadapan para Pendamping Desa, Kamis (12/4).

“Dalam pelaksanaan Dana Desa, mensinergikan semua kegiatan itu menjadi satu keharusan. Semuanya penting kita sinergikan”, lanjut Abd. Rahman.

Abd. Rahman menyebutkan, saat ini ada banyak data yang harus diserahkan kepada Pemerintah Pusat. Mulai dari Data Potensi Desa, Profil Desa, Index Desa Membangun (IDM), hingga Laporan Dana Desa.

“Karena itu, kita jangan lagi mempersoalkan hal-hal yang tidak penting. Jangan memperbesar masalah. Jika ada kendala, kita bersama-sama cari jalan keluar”, harapnya.

 

Baca Juga : Tinjau Hasil Pembangunan infrastruktur Jalan, Forpimda Naik Matic

 

Tak hanya mendorong sinergisitas, Abd. Rahman juga mengajak para Pendamping Desa untuk mendukung Resolusi TUNTAS yang digagas Bupati Amin Said Husni.
Salah satu dari resolusi TUNTAS ini adalah naiknya peringkat IPM dan lepas dari status daerah tertinggal.

“Salah satu item dari pemenuhan data itu ada pada kita. Itu kaitannya dengan IDM, Data Potensi Desa, Profil Desa. Itu menjadi tanggung jawab kita yang akan men-support Bondowoso keluar dari daerah tertinggal. Ini progres kinerja kita. Makanya kita harus serius,” tambah Abd. Rahman.

Menurutnya, semua pemenuhan data tersebut penting dilakukan, agar niatan Bupati agar Bondowoso lepas landas dari daerah tertinggal tercapai.

Eko Dermawan, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA PMD), menjelaskan, para Pendamping Desa saat ini sedang menyelesaikan sejumlah data, salah satunya, Indeks Desa Membangun (IDM).

Menurut Eko, berbagai indikator dalam IDM ini akan menjadi salah satu acuan untuk menilai apakah Desa tersebut masuk kategori berkembang, maju, atau sudah mandiri.

“Segera, setelah kuisioner IDM terisi, kita akan validasi data yang ada”, ucap Eko.

Eko optimis, meski saat ini baru beberapa kecamatan yang selesai, dalam satu Minggu ke depan berkas IDM bisa dikirimkan ke Jakarta. (och)