Share

BONDOWOSO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bondowoso, Endang Hardiyanti, melakukan peninjauan pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 01 Tepen, Selasa (23/4).

Hadir pula Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso, M. Syaiful Bahar dan Wakil Ketua DPRD Komisi empat, H. Supriadi dan Kepala Kemenag Bondowoso, H. Bustami. Saat meninjau pelaksanaan UNBK, sesekali mereka berbincang dengan beberapa guru dan pengurus sekolah untuk menanyakan proses jalannya UNBK di SMP N 1 Tapen dan menanyakan kondisi para peserta ujian.

Khusus pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 01 Tapen sendiri, peserta ujian diikuti oleh 246 siswa. Dengan rincian 24 siswa dari SMP Bina Insani Cemerlang, Wonosari, 20 siswa dari SMP Terbuka dan sisanya sebanyak 202 siswa dari siswa SMP N 01 Tapen sendiri.

Baca Juga : Gangguan Server, UNBK dpi SMP Negeri 01 Tapen Molor Dua Jam

Endang Hardiyanti mengungkapkan, bahwa di Bondowoso masih 26 lembaga SMP yang bisa melaksanakan UNBK. Sedangkan sisanya sebanyak 89 lembaga SMP masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), secara keseluruhan pada tahun ini sudah melaksanakan UNBK.

Endang berharap, jumlah peserta UNBK kedepannya bisa bertambah, karena UNBK dinilai lebih praktis dan tidak perlu mengelola kertas. Namun diakuinya, bahwa pelaksanaannya masih terkendala oleh kurangnya perangkat komputer yang dimiliki oleh masing-masing sekolah. Ia memaparkan, untuk bisa melaksanakan UNBK, setidaknya sekolah harus memiliki sepertiga dari jumlah peserta ujian.

“Saya harap jumlah peserta UNBK makin banyak. Karena UNBK ini selain praktis, juga tidak perlu mengelola kertas. Kami sekarang terkendala dengan jumlah perangkat. Memang ada bantuan dari Pemkab, namun masih belum menjangkau semuanya,” ungkap Endang.

“Harus memiliki komputer minimal sepertiga dari jumlah peserta,” pungkasnya. (abr)