BONDOWOSO – Seorang kepala desa Kejawan, Kecamatan Grujugan Sugianto SE, yang baru saja dilantik bersama belasan Kades lainnya, di Pendopo Bupati, Selasa (24/12/2019) disebut merupakan kades paling muda di dalam pelaksanaan Pilkades serentak itu.

Di usianya, yang baru masuk 33 tahun, Ia berhasil meraup suara terbanyak dalam Pilkades yang berlangsung pada 12 Desember 2019 lalu. Yakni, dari total 2.111, Sugianto berhasil mendapatkan suara mayoritas hingga 1.252.

Selama lima tahun ke depan, Ia akan memimpin desa Kejawan yang merupakan tanah kelahirannya.

Usai dilantik Bupati Salwa Arifin, Ia mengaku langkah awal yang akan dilakukannya sebagai seorang Kades yakni merangkul semua masyarakat. Baik yang dulunya merupakan pendukungnya ataupun bukan. Tak terkecuali empat cakades lainnya yang dulu merupakan rival politiknya. Tentu, dengan melakukan konsolidasi, dan menegaskan bahwa tak akan ada pengkotakan warga.

“Pilkades sudah selesai. Tak ada tensi-tensi lagi, kita semua bergandengan membangun desa Kejawan,” Ungkapnya.

Ia pun mengatakan, bahwa sebagaimana disampailan oleh orang nomer satu di Bondowoso, bahwa hakikat seorang pemimpin adalah pelayanan masyarakat. Tugas pokok pemimpin pun adalah abdi rakyat.

Karena itu, dalam melayani masyarakat, harus memikirkan kepentingan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Mulai dari pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

“Seperti yang dari awal dulu kita memang diciptakan sebagai Kades untuk abdi masyarakat. Apalagi ditegaskan oleh Bupati bahwasanya memang tugas pokok kita sebagai abdi masyarakat. Yaitu pelayan buat masyarakat,” Katanya.

Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pihaknya akan menggerakkan ekonomi lokal. Karena, di Desa Kejawan disebutnya memiliki potensi di berbagai sektor. Mulai dari sektor pertanian, home industri, hingga produk kerjinan.
“Karena itu dalam bentuk pemberdayaan, kita akan memfasilitsi, apa yang menjadi mutu dan kualitas di Kejawan agar meningkat,” Ulasnya.

Menurutnya, Pemerintahan Desa melalui DD/ADD yang ada pun juga akan terus berupaya membuat program-program yang bisa meningkatkan kulitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kita tetep mengedepankan SDM. Kita harus kuaykan SDM di tingkat bawah, bagaimana SDM itu bisa tambah kualitas nya, sehingga apa yang menjadi mobilisasi di desa bisa sama-sama seimbang. Jadi dari atas memfasilitasi dan di bawah bisa menangkap sempurna,”pungkasnya.(och)