Share

SITUBONDO – Kepala Desa (Kades) Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Suswanto membantah komentar Anggota DPRD Situbondo dari Fraksi PKB yang menyebut warga di Dusun Mindi mengalami krisis air bersih.

Menurutnya, air bersih di Dusun Mindi terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan warganya. “Di sini untuk air bersih alhamdulillah tidak kekurangan,” ujarnya kepada Jurnalis Memo Indonesia.com saat meninjau tandon air bersih di Dusun Mindi, Minggu, 7 Juli 2024.

Lebih lanjut, Suswanto mengatakan, air bersih yang mengalir di Dusun Mindi berasal dari sumber air yang ada di Dusun Kacep. “Dari sumber air di Kacep itu dialirkan dengan pipa ke tandon air yang ada di atas Dasun Mindi, baru dialirkan ke permukiman warga,” bebernya.

Meskipun memasuki musim kemarau, kata pria 46 tahun ini, debit air bersih tetap normal. “Kalau sampai debit airnya itu mengecil berarti ada kebocoran pipa dari sumber air di Dusun Kacep ke tandon air di Dusun Mindi, karena pipa air di sana itu melewati hutan biasanya kebocoran disebabkan oleh longsor,” bebernya.

Baca Juga : Fesmuh Diselenggarakan di Tegalampel, Pj Bupati Bondowoso Sebut untuk Perputaran Ekonomi Baru

Suswanto menyatakan, untuk memaksimalkan suplai air bersih ke rumah-rumah warga di Dusun Mindi akan dibangun Pamsimas (Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat) di tahun ini. “Tadi kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga Mindi, Pamsimas ini bantuan dari Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Pak Sumail. Sumber airnya ngambil dari mata air Olbhek yang nantinya didorong pakai pompa listrik,” terangnya.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Mindi, Angga mengungkapkan, air yang mengalir ke permukiman warga Dusun Mindi cukup untuk digunakan keperluan sehari-hari. Seperti minum, mandi, mencuci hingga minum hewan ternak. “Alhamdulillah untuk air di sini cukup untuk keperluan sehari-hari,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Situbondo dari Fraksi PKB, Johantono menanggapi kabar adanya dusun di Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa kesulitan air bersih.

Ia mengatakan, seharusnya kesulitan air bersih di Situbondo bisa tertasi. Sebab anggaran Pemkab Situbondo saat ini mencapai Rp2 triliun. “Anggaran kita Rp2 triliun sekarang, ini sebetulnya sudah melebihi dari cukup,” katanya, Kamis 4 Juli 2024.

Artinya lanjut Johantono, jika pemerintah daerah memiliki itikad baik kesulitan air pasti bisa diatasi. “Asal pemerintah daerah punya itikad membangun sumur bor misalnya di daerah yang selama ini kekurangan air, pemerintah daerah sebenarnya bisa melakukan itu,” imbuhnya. (Ozi)