Share

BONDOWOSO – Kader HMI Cabang Persiapan Bondowoso-Situbondo, Saenol Arfan, berhasil mencatatkan namanya sebagai peserta terbaik dalam pelaksanaan Senior Course (SC) tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh Cabang Tegal, Jawa Tengah, Minggu (2/9).

Ia keluar sebagai peserta terbaik diantara 16 peserta yang dinyatakan lulus dari seluruh peserta sebanyak 26 orang dari berbagai macam perguruan tinggi se-Nusantara.

Saat ditanya, Ia menampik jika sebelumnya sudah punya target untuk menjadi peserta terbaik. Menurut pengakuannya, yang Ia lakukan hanyalah berusaha mengikuti seluruh serangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Bahkan, saat dinobatkan sebagai peserta terbaik, dirinya mengaku tak menyangka bahwa hasil positif itu tiba-tiba menghampirinya.

Mahasiswa STAI At-Taqwa itu sempat pesimistis, sadar bahwa dirinya hanya berangkat dari kampus swasta, bahkan juga berasal dari cabang yang masih menyandang status persiapan yang minim daya saing ketika dibandingkan dengan kompetitornya, yang rata-rata berangkat dari kampus ternama dan cabang terkemuka.

“Tidak percaya saja, kalau saya akan menjadi peserta terbaik di forum HMI tingkat nasional. Karena saya satu-satunya peserta yang kuliah di kampus swasta dan berangkat dari cabang persiapan yang baru berdiri satu tahun, sedangkan ke 16 peserta lainnya kuliah dikampus negeri, seperti IPB, UIN Jogja dan lainnya,” ungkap mantan Ketua Umum Komisariat At-Taqwa itu.

Baca Juga : Fesmuh ke-10, Kawinkan Kreatifitas Dua OPD

Arfan mengaku telah memetik pelajaran berharga atas apa yang telah Ia capai untuk dijadikan motivasi bagi seluruh mahasiswa, khususnya anggota HMI di lingkungan Cabang Persiapan Bondowoso-Situbondo. Bahwa kualitas intelektual tidak ditentukan oleh di mana seorang mahasiswa menempuh pendidikan, melainkan ditentukan oleh ketekunan dan kesungguhan dalam belajar.

“Dimanapun adik-adik HMI kuliah jangan pernah minder atau tidak PD untuk berkompetisi, karena kualitas intelekual itu tidak diukur dari kampus swata atau negeri, tapi ditentukan oleh ketekunan dan keistiqomahan dalam belajar” tutup pengurus Cabang Wasekum PPPA itu.

Untuk diketahui, Arfan mendapatkan skor 700 dengan predikat baik. Penilaiannya terdiri dari afektif, yakni sikap dan kedisiplinan. Kedua kognitif, yakni kemampuan intelektual dan penguasaan materi. Ketiga psikomotorik, yakni penguasaan forum dan keterampilan.

Kader yang lulus pelatihan tersebut akan dinobatkan sebagai instruktur. Dan akan menjadi trainer di berbagai pelatihan HMI di seluruh Indonesia. (abr)