Share

BONDOWOSO – Jumlah pendonor darah di wilayah PMI Kabupaten Bondowoso menurun sejak terjadi pandemi virus Corona (Covid-19). Akibatnya, stok darah di UTD PMI Bondowoso mulai menipis.

“Masyarakat yang datang berkurang sebab banyak yang berdiam diri di rumah sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah,” kata Kepala UTD PMI Bondowoso dr. Deni , Senin (13/4/2020).

Meski terjadi penurunan jumlah pendonor, namun kebutuhan transfusi darah masih dapat terpenuhi. Dalam satu bulan, rata-rata kebutuhan darah di Kabupaten Bondowoso kurang lebih mencapai tujuh ratus kantong.

“Untuk kebutuhan tetap sekitar tujuh ratus kantong perbulan. Meski mengalami penurunan jumlah pendonor, tapi kebutuhan itu masih bisa kita penuhi,” jelasnya.

 

Baca Juga : Pemkab Hentikan Sementara Distribusi Pupuk Bersubsidi ke Kecamatan Ijen

 

Untuk tetap mencukupi kebutuhan, jelas dr. Deni, UTD PMI Bondowoso memaksimalkan donor darah melalui kelompok donor baik kelompok mandiri maupun kelompok-kelompok donor dari instansi pemerintah daerah. Dari sekitar lima puluh kelompok donor dijadwalkan dalam sehari dilakukan kegiatan donor darah pada satu kelompok.

“Kita maksimalkan kegiatan donor darah di masing-masing kelompok donor. Setiap hari dilakukan kegiatan donor darah pada satu kelompok. Ada sekitar lima puluh kelompok donor,” terangnya.

dr. Deni menambahkan jika kegiatan donor darah saat wabah Covid-19 tetap dapat dilakukan. Masyarakat tetap dapat mendonorkan darahnya bila darah yang didonorkan terjamin sehat. Sebab ada pemeriksaan khusus secara ketat yang berbeda dari hari-hari biasa.

“Kita lakukan prosedur-prosedur khusus yang ditetapkan oleh UTD PMI Pusat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 ini pada kegiatan donor darah,” pungkasnya. (abr)