Share
Kadishub Surabaya Irvan Wahyu Drajad.

Surabaya –  Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mulai tegas terhadap juru parkir (Jukir) liar yang menarik tarif parkir sembarangan. Kebijakan ini rencananya dilakukan jelang acara parade budaya dan bunga yang akan digelar pada Minggu (07/05) mendatamg yang akan melintasi rute Tugu Pahlawan sampai Taman Bungkul.140 petugas akan dikerahkan untuk mengatur parkir dan ruas jalan dalam acara tahunan untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724 tersebut.

Kadishub Surabaya, Irvan Wahyu Drajad mengatakan banyaknya warga yang datang nantinya bisa menimbulkan masalah jika keberadaan parkir liar tidak diawasi dengan ketat.

“Khusus untuk acara parade budaya bunga nanti kita menerjunkan petugas untuk mengatur parkir dan lalu lintas. Soal parkir liar tentunya akan kita awasi karena sering muncul pada saat acara begini dan dilakukan tanpa tanggungjawab yang jelas,” katanya.

Diungkapkannya, selama ini, pihaknya mengaku sering melakukan operasi penangkapan parkir liar. Warga banyak yang mengeluh karena sering diminta tarif parkir tapi tidak dijaga dan tanpa menggunakan karcis dan atribut jukir resmi.

“Ya tentunya akan kita kenakan pasal tipiring (Tindak Pidana Ringan, red). Kita sudah sering lakukan itu dan terutama event pawai bunga besok, kita sudah antisipasi agar tidak merugikan warga yang ingin menikmati pawai bunga,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk arus lalulintas pihaknya akan melakukan rekayasa, diantaranya di sekitar lokasi pemberangkatan depan Bapperov Jatim, yakni dari arah Timur: Jalan Jagalan-Jalan Sulung-Jalan Kebon Rojo, dari arah Utara: Jalan Veteran-Jalan Kebon Rojo Sisi Timur-Jalan Stasiun Kota/Jalan Kebon Rojo sisi Barat-Jalan Indrapura, dan dari arah Barat: Jalan Tembaan, Jalan Bubutan dan Jalan Indrapura. Rekayasa Lalu lintas dan pengalihan arus termasuk juga di persimpangan Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso-Jalan Pemuda-Jalan Panglima Sudirman serta di persimpangan Jalan Uri Sumoharjo dan Jalan Pandegiling.Lalu penempatan palang kuda/penutupan ruas jalan meliputi Jalan Pasar Besar setelah jembatan (Vihara Mahavira-Depot Tambak Bayan), Jalan Pahlawan depan gedung BI/Bank Mandiri, persimpangan Jalan Bubutan-Jala Kebon Rojo (bank BI sisi barat), dan persimpangan Jalan Bubutan-Jalan Tembaan.

“Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat bisa mengantisipasi sejak awal. Imbauan kami, masyarakat sebisa mungkin hindari jalur di tengah kota,” pungkasnya. (sga)