BONDOWOSO – Seorang pelaku usaha ilegal tanpa ijin di Bondowoso ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian resort setempat. Penetapan dilakukan setelah tersangka Nito (48) warga Desa Sumbersari, Maesan menjual pupuk bersubsidi pemerintah kepada pembeli yang tidak seharusnya. Parahnya, setiap pupuk yang hendak dijual itu juga dikurangi takarannya.

“Tersangka diduga melalukan usaha penjualan pupuk tak sesuai dengan ketentuan aturan pemerintah,” demikian dituturkan oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz, Senin (20/7/2020).

AKBP Erick menjelaskan, pupuk berusbsidi berjumlah sekitar 20 ton tersebut diperoleh dari seseorang berinisial H, warga Desa Wringin Telu, Kencong, Jember.

 

Baca Juga : DPRD Buleleng Datangi Bondowoso, Belajar Recovery Ekonomi Pasca Covid-19

 

“Dan akan dijual kepada A, di Bandung Jawa Barat,” jelas Kapolres Erick.

Polres Bondowoso mengamankan 459 sak pupuk urea dan 21 sak pupuk urea berlabel pupuk bersubsidi dengan berat 1.050 kilogram.

“Ada juga sejumlah peralatan untuk menjahit sak seperti mesin jahit, timbangan, juga ada piring untuk mengurangi takaran,” tutupnya.

Nito disangkakan melanggar pasal 6 ayat 1 huruf b UU darurat nomor 7 tahun 1955 subs pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 UU nomor 8 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun. (abr)