BONDOWOSO – Pemkab Bondowoso terus mendorong agar hasil produksi petani di Lombok Kulon dan desa Taal bisa segera bersertifikasi internasional. Jika itu terealisasi, banyak keuntungan yang bisa diperoleh petani.

Ayib Rasyidi, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Bondowoso, mengungkapkan jika proses menuju sertifikasi internasional itu saat sedang dalam proses. “Kita optimis bisa lulus sertifikasi internasional,” ujarnya kepada Memo Indonesia, Selasa (11/4/2017).

Dia menjelaskan, jika sudah bersertifikasi internasional, maka banyak keuntungan yang bisa diperoleh petani Bondowoso. Salah satunya adalah sudah bisa diekspornya produk beras organik Bondowoso.

Saat ini, lanjut dia, sertifikasi organik itu diproses oleh Biocert. Jika sudah tersertifikasi oleh Biocert ini, produk organik Bondowoso bisa tembus ke pasar Eropa dan Amerika. Salah satu yang juga nanti akan diarealisasi adalah sertifikasi dari IMO, di mana produk organik bisa tembus pasar Jepang.

Ayib menjelaskan, jika sudah tembus pasar ekspor, tentu akan memberi nilai tambah bagi petani organik. Harga beras organik yang saat ini relatif tinggi, sekitar Rp 15-17 ribu per kilogram, bisa tembus ke angka Rp 25 ribu per kilogram. “Tentu ini akan sangat menguntungkan bagi petani,” paparnya.

Keuntungan lain menurutnya adalah secara branding, akan semakin kuat. Mengingat, kata dia, tak banyak daerah penghasil organik yang memiliki sertifikasi internasional. “Untuk itu mari kita berharap agar Bondowoso lulus sertifikasi internasional ini,” pungkasnya. (esb)