Share
anggota DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawaid.

JEMBER – Ketertinggalan Kabupaten Jember dari wilayah lain di Jawa Timur mendapat perhatian dari anggota DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawaid.Ia menilai Jember temasuk wilayah yang pertumbuhan ekonomi dan pendapatannya rendah.Hal itu ironi mengingat Kabupaten Jember memiliki sumberdaya alama (SDA) yang melimpah.Karena alasan itu, Fawaid mendorong adanya pemekaran atau pemisahan wilayah Kabupaten Jember menjadi dua wilayah.

“Opsinya bisa pemisahan wilayah Barat dengan Timur, atau membentuk wilayah kota Jember yang terpisah dengan Kabupaten. Dengan demikian, pembangunan bisa lebih merata dan akses menuju Jember bisa lebih terbuka,” katanya.

Dijelaskan, Kabupaten Jember jelas tertinggal, bahkan dibandingkan dengan Banyuwangi yang merupakan Kabupaten tetangga. Bahkan dirinya pernah melakukan penelitian terkait Kabupaten Jember. “Dari hasil penelitiannya, dapat disimpulkan ada dua opsi yang bisa membuka keterisoliran Jember dari dunia luar, yaitu pembangunan infrastruktur dan pemekaran wilayah,” jelas anggota parlemen asal daerah pemilihan Jatim IV yang meliputi Kabupaten Jember dan Lumajang ini.

 

Baca Juga : Permudah Akses Dagulir, Pemprov Jatim Launching Aplikasi SIPDe

 

Pembangunan infrastruktur skala besar di Jember, kata Fawaid sulit diralisasikan dalam waktu dekat. Terlebih tol yang semula direncanakan lewat Jember ternyata urung. Justru tol itu melewat Kabupaten Situbondo dan Bondowoso. Demikian pula dengan jalur lintas selatan (JLS) yang sampai saat ini belum jelas kelanjutannya.

“Saya pernah mengundang seorang dosen untuk menjadi pembicara di Jember, beliau enggan datang karena lamanya perjalanan darat menuju Jember. Seorang dosen saja enggan datang, bagaimana investor,” ujarnya.

Secara historis, Fawaid lebih lanjut mengatakan, wacana pemekaran wilayah Kabupaten Jember sangat kuat. Karena sejak dulu wilayah Jember terbagi dua wilayah, contohnya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di Jember ada dua, PCNU Jember dan PCNU Kencong. Selain itu, kode nomor telepon di Jember juga ada dua yaitu 0331 dan 0336.

“Saya kira disadari atau tidak, Jember sejatinya sudah terbagi dua, baik cabang NU maupun nomor telepon. Sekarang tinggal mendorong realisasi secara pemerintahan,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) ini.

Terpisah,anggota DPRD Jatim Dapil IV dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Mochamad Eksan juga sepakat dengan rencana pemekaran wilayah Kabupaten Jember. Terlebih pasca ada rekomendasi dari Pansus rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Jatim yang merekom pemekaran 5 Kabupaten dan 5 Kota di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember.

Ditahun 2000, Eksan menjelaskan Jember sudah terbagi dua antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Kota Administratif. Road mapnya sudah ada untuk melakukan pemekaran. Saat ini yang diperlukan tinggal komitmen dan keputusan politik dari stakeholder yang ada, baik Bupati, DPRD Jember dan Gubernur Jawa Timur.

“Saya kira 31 kecamatan yang ada di Jember terlalu luas untuk dikelola seorang kepala daerah. Demikian pula dengan Jawa Timur yang begitu luas dengan penduduknya yang padat terlalu besar bila hanya terdiri dari 38 Kabupaten dan Kota. Perlu komitmen juga dari Gubernur sebab pemekaran ini bolanya dari Gubernur,” jelasnya.(sga)