BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni menilai bahwa jembatan Ki Ronggo merupakan salah satu jembatan strategis yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Alasannya, karena setelah pihaknya melakukan kajian sosial dan ekonomi, dengan membangun jembatan Ki Ronggo itu, secara psikologis jarak antara Kawasan kota dengan kecamatan Tegalampel menjadi sangat dekat dan bahkan menjadi bagian tidak terpisahkan dari pengembangan kota.

“Karena wilayah Tegalampel itu termasuk wilayah yang dulunya, perkembangannya agak mengalami keterlembatan di banding yang lain. Padahal dari segi jarak antara Tegalampel dengan Kota itu jaraknya sangat dekat. Ini lah sebetulnya makna strategis dibangunnya jembatan Ki ronggo ini, “demikian disampaikan oleh Bupati dua periode itu saat memberikan sambutan di Peresmian Pasar Induk Bondowoso, Jembatan Ki Ronggo, dan Launching E-Retribusi, Senin (6/8).

Di samping itu, dari segi landscape, jembatan ini diciptakan sedemikian rupa menjadi kawasan wisata jembatan Ki ronggo. Dengan design yang sekalipun dengan anggaran pas-pasan diupayakan untuk mengesankan jembatan yang estetik dan memiliki daya tarik tersendiri.

“Masyarakat awam mungkin menyebutnya sebagai Suramadunya Bondowoso”ungkapnya.

Oleh karena itulah, Bupati kelahiran Pamekasan itu menitipkan jembatan Ki Ronggo pada Bupati selanjutnya untuk kemudian dikembangkan menjadi Kawasan wisata kuliner.

“Banyak wisatawan yang datang ke Bondowoso ini, tak punya jujukan padahal salah satu menu wajib wisatawan itu selain selfie, yang kedua itu adalah kuliner,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Karna Suswandi, dalam laporannya menerangkan, pembangunan jembatan Ki Ronggo dilakukan dalam beberapa tahap, yakni tahap pertama tahun 2016 senilaiRp 9,2 milliar dan pembangunan pendukung jembatan Ki Ronggo senilai Rp 188 juta. Kemudian, tahap ke dua, pada tahun 2017 senilai Rp 3,9 milliar. Sehingga total pembangunan fisik jembatan Ki Ronggo senilai Rp 13,354 milliar.

“Salain pembiayaan pembangunan Ki Ronggo, yang berasal dari anggaran pemerintah. Di jemebtan Ki Ronggo juga dilakukan pengaspalanyang pembiayaanya dari kegiatan Trial AMP atau pengujian mutu penyediaan lapisan aspal,”tutupnya.

Ia pun berharap dengan kebersamaan yang baik di antara seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan pembangunan infrastrutur di Bondowoso bisa terlaksana lebih baik.
“Bersama itu lebih ringan, bersama itu indah, bersama itu kebih mudah, dan bersama kita bisa,”tutupnya. (och)