Share

BONDOWOSO – Sebuah jembatan di Jl. KH. As’ad Syamsul Arifin atau Jalan Bondowoso – Situbondo di Kecamatan Tenggarang selalu ramai ketika sore hari. Bahkan jembatan ini bak objek wisata di kala sore.

Jembatan yang akrab disebut jembatan biluk ini ramai didatangi muda mudi untuk menikmati suasana senja.

Menikmati senja di jembatan biluk tak kalah indah dari menikmati senja di pantai. Karena sang Surya di jembatan biluk ini terbenam di antara diantara celah pegunungan Hyang Argopuro.

Diberi nama jembatan biluk dikarenakan jembatan ini bengkok atau berliku. Biluk dalam adalah istilah dalam bahasa Madura yang memiliki arti bengkok.

Jembatan biluk ini dulunya hanya jembatan biasa yang masih sempit. Baru setelah ada pelebaran jalan dan dibuat double way oleh pemerintah, adanya area yang luas di bahu jalan dijadikan tempat nongkrong oleh anak muda.

Baca Juga : Viral Penampakan Paus Tutul di Perairan Panarukan, Disnakkan Situbondo : Itu Sedang Mencari Makan

Menanti dan menikmati senja di jembatan biluk tampak sangat asyik. Apalagi sambil ngobrol bersama teman maupun pacar dengan ditemani secangkir kopi.

Uniknya, yang berjualan kopi di jembatan biluk bukan sebuah warung. Melainkan penjual kopi keliling (Kopling) yang proses pembuatan serba dilakukan di atas sebuah motor retro. Selian kopi, tentu juga ada varian minuman lain.

Luasnya hamparan persawahan yang hijau di samping jembatan biluk membuat suasa nongkrong makin tenang.

Bahu jalan yang luas di jembatan biluk bisa memuat banyak kendaraan. Bahkan lokasi ini juga sering dijadikan parkir oleh truk-truk besar yang berhenti ngopi atau makan di warung yang letaknya tak jauh dari jembatan biluk. (abr)