JEMBER – Istighosqah menjadi pilihan dari siswa-siswi SMPN di Jember ini untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dalam istighosah yang dipusatkan di Masjid Roudhotul Muchlisin, Kaliwates Jember, Sabtu (15/4/2017) tersebut, para siswa juga mendaptkan pembinaan mental. Istighosah akbar kali ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin, Aris Wibowo, seorang guru pembina keagamaan SMPN 02 Jember, menyebutkan bahwa tempat pelaksanaan rutin tahunan ini sekarang bertempat di luar sekolah. Pada kebiasaan sebelumnya, dia mengatakan bahwa tempat pelaksanaan istighosah selalu di lingkungan sekolah. “Sekarang perdana, kegiatannya bertempat di luar sekolah,” ungkapnya kepada Memo Indonesia.

Pelaksanaan istighosah yang digelar di Masjid Roudhotul Muchlisin merupakan fasilitas cuma-cuma. “Ini fasilitas gratis dari pihak masjid. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas dibolehkannya mengadakan kegiatan di sini.”

Bukan sekedar istighosah akbar dan doa bersama yang diagendakan, pihak sekolah juga menambahkan agenda kegiatan berupa seminar motivasi. Seminar motivasi tersebut dikhususkan untuk warga sekolah, mulai dari guru dan murid. Selain itu, kegiatan yang bertemakan Istighosah Akbar, Seminar Motivasi Ujian Nasional dan Parenting, juga mengikutsertakan wali murid yang anaknya akan melaksanakan UN dalam waktu dekat ini.

Acara tahunan SMPN 02 Jember ini tergolong meriah dengan dihadiri sedikitnya 700 peserta yang terdiri dari murid kelas akhir, wali murid dan warga sekolah. Tidak hanya itu, peserta yang membludak dan memadati bagian dalam masjid tersebut terlihat sangat antusias mengikuti acara yang digelar.

Penyaji yang dihadirkan juga tidak tangung-tanggung, sekolah mengundang Akh. Muwafik Saleh, penulis buku best seller berjudul Belajar Dengan Hati Nurani. Penyaji yang didatangkan dari Kota Malang Jawa Timur itu, lanjut Aris diharapkan untuk memicu semangat para siswa yang akan menghadapi UN nanti. “Jadi murid kelas akhir ini nantinya supaya siap lahir batin dalam melaksanakan ujian,” tambahnya.

Aris menjelaskan bahwa acara tersebut memiliki beberapa tahapan agenda, mulai dari sholat hajad, pembacaan yasin dan istighosah. Setelah itu, peserta akan mendapatkan kultum dan motivasi spiritual. Sedangkan di akhir mereka akan menutup dengan doa bersama.

“Kami berharap bahwa UN tahun ini akan dapat membawa keharuman bagi sekolah, sekaligus mendapatkan pencapaian yang memuaskan di hasil akhir ujian bagi para siswa dan walinya,” harap Aris. (hus/esb)