Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar saat sidak di pasar keputran Surabaya.

Surabaya – Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya melakukan sidak pasar untuk mengetahui harga sembilan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar mengatakan, ada beberapa pasar tradisional yang disidak untuk mengantisipasi lonjakan harga di bulan suci Ramadhan.

“Sidak pasar dilakukan di pasar Pucang, pasar Keputran, dan pasar Genteng. Selain pasar, sidak juga dilakukan di Pelabuhan Teluk Lamong,” katanya tadi siang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, cek harga kebutuhan pokok ini rutin dilakukan jelang bulan Ramadan. Sebab, ini sebagai dasar Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan operasi pasar dengan bazar Ramadhan untuk menstabilkan harga.

“Tahun ini, rencananya akan menggelar 31 titik bazar Ramadhan yang menjual bahan pokok dengan harga miring,” katanya.

Di tempat yang sama, salah satu pedagang bumbu dapur Udin (38) mengatakan, harga cabai rawit cenderung stabil sampai bulan Ramadhan. Sebab, mulai banyak daerah pertanian cabai panen jelang Ramadhan ini. Tapi, jika jelang lebaran ada kenaikan permintaan, biasanya juga ikut terkerek harganya.

“Sekarang daerah Madura mulai panen, nanti daerah Nganjuk dan Kediri juga panen. Harga Rp50 ribu perkilo ini bisa turun lagi nanti saat Ramadhan,” katanya di pasar Keputran.

Ditambahkannya, bumbu dapur lainnya yang cenderung stabil adalah bawang merah yang di kisaran harga Rp30 ribu. Tapi,untuk harga bawang putih mulai naik, dari harga Rp30 ribu sekarang menjadi Rp65 ribu.Penyebab kenaikan harga bawang putih ini dipicu kenaikan harga bawang putih di China.

“Kalau bawang putih memang kebanyakan dari Impor China,” ujarnya.(sga)