BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan kali ini. Bagi para pelaku spekulan yang melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok, pemerintah akan memberikan tindakan tegas.

“Kita akan pantau dulu ini bagaimana perkembangan harga sembako. Jika ditemukan kejanggalan karena adanya penimbunan, maka kami akan memberi sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Sekertaris Daerah Hidayat saat ditemui Memo Indonesia.

Momentum Ramadhan dan hari raya Idul Fitri seringkali dimanfaatkan oleh oknum pedagang meraup keuntungan lebih besar. Salah satu caranya adalah menimbun barang kebutuhan pokok sehingga dengan sendirinya harga akan naik. Indikasinya terjadinya praktik penimbunan kebutuhan pokok adalah jika terjadi kelangkaan atau keterbatasan ketesediaan barang di pasar, harga barang naik, padahal pasokan dari daerah asal barang lancar.

Untuk megantisipati praktik penimbunan sembako ini, Kata Hidayat, pihaknya akan memantau harga-harga sembako di seluruh pasar di Bondowoso melalui TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah). “ Saya akan melakukan rapat dengan instansi terkait untuk memantau sejauh mana kenaikan dari kebuthunan pokok,” ujarnya.

 

Baca Juga : Jelang Ramadhan Satgas Pangan Sidak Harga Sembako

 

Namun demikian, jika di lapangan terjadi kenaikan karena dari Pemerintah Pusat, maka Pemkab, hanya bisa melakukan pelaporan kepada pemerintah pusat.  Hingga saat ini, di Kabupaten Bondowoso belum ditemukan adanya indikasi penimbunan bahan-bahan kebutuhan pokok. Sebeb ketersedian barang di tingkat pedangang maupun pengecer masih cukup. Meski telah terjadi kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok masih dalam tahap kewajaran.

Sementara itu, pantauan di Pasar Induk Bondowoso, seminggu yang lalu sejumlah kebutuhan pokok naik drastis. Menurut penuturan salah seorang pedagang Tatik, kenaikan terjadi karena hari besar agama Islam. “Kan ada Sa’banan. Jadi kebutuhan akan barang tinggi. Tapi sudah tiga hari ini turun harganya, barang banyak lagi,” ungkapnya.

Sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga atau tetap, di  antaranya bawang merah harganya tetap Rp 28 ribu, Cabe besar turun jadi Rp 28 ribu dari harga sebelumnya Rp 34 ribu per kilogram. Kemudian juga ada cabe sret turun dari Rp 56 ribu jadi Rp 46 ribu, cabe hijau masih bertahan di harga Rp 17 ribu. Semwentara harga minyak dan gula juga masih tetap, yakni Rp 12.500 dan Rp 12 ribu sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Ada pun bahan pokok yang merangkak naik, yakni telur harganya terus mengalami kenaikan, yakni Rp 20 ribu dari haraga sebelumnya Rp 18 ribu per kilogram.(och/esb)