Share

 

BONDOWOSO – Jelang Pilkada serentak 2018, Sekertaris Daerah kabupaten Bondowoso mengingatkan satuan polisi pamong praja untuk menjaga netralitas. Selain itu, mereka juga diharapkan untuk terus menegakkan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan merujuk pada undang-undang, di tengah suhu politik yang mulai memanas.

“Sebentar lagi kita akan memasuki Pilkada, berhadapan dengan masyarakat. Kita harus berlindung kepada masyarakat, harus berlindung dalam peraturan-peratuan. Jangan sampek Pol PP bermain dalam kegiatan-kegiatan yang ada, ” pesannya saat memebrikan sambutan dalam Pembukaan Diklat Dasar Polisi Pamong Praja, di Aula UPT PK BLK, Kamis (2/11).

Ia pun berpesan agar saat melaksanakan tugas pengawasan dalam jalannya tahapan Pilkada, setiap polisi pamong praja tidak boleh turut ambil bagian dalam setiap kegiatan politik. Melainkan mereka harus berani menegakkan aturan, dengan mengedepankan pendekatan komunikasi.

 

Baca Juga : Pemkab Bondowoso Raih Penghargaan LKPD dengan Capaian Standar Tertinggi

 

Seperti diketahui, Kabupaten Bondowoso masuk di dalam 171 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada serentak pada 27 Juni 2018. Sejumlah nama tokoh telah bermunculan di bursa calan bupati dan wakil bupati.

Nama-nama yang bermunculan di antaranya, Ahmad Dhafir, Ketua DPRD Bondowoso yang telah menyampaikan kesiapannya untuk maju melalui jalur dukungan Partai Kebangkitan Bangsa. Terbaru, Nasdem juga telah menyatakan dukungannya pada ketua DPRD tiga periode ini.

Selain itu, juga ada Supriyanto, dari Ketua Partai Gerindra Bondowoso, yang baliho-balihonya pun sudah banyak dipasang di sejumlah titik di Bondowoso. Ada juga nama KH. Slawa Arifin, yang disebut-sebut akan maju sebagai calon Bupati 2018. (och)