BONDOWOSO – Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai memantau ketersediaan makanan dan minuman (Mamin) termasuk mengantisipasi peredaran produk-produk mamin yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa, baik di pasar tradisional maupun pasar modern.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Aris Wasiyanto menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menyambut lebaran. Menurutnya, pengawasan dan pemeriksaan terhadap produk mamin sudah menjadi rutinitas tahunan yang dilakukan Pemkab Bondowoso menjelang hari besar keagamaan.

“Apakah barang yang dijual itu masih layak dikonsumsi, tidak expired itu juga perlu dicek,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2020).

Pihaknya akan memastikan makanan yang dijual tidak mengandung bahan-bahan berbahaya seperti borax dan formalin.

 

Baca Juga : Dua Pengedar Sabu-sabu Diamankan Polres Bondowoso

 

Menghadapi hari raya, Aris memastikan kebutuhan sembako untuk masyarakat Bondowoso cukup. Bahkan saat ini Bulog sudah menyiapkan gula dengan harga Rp.12.500 per kilogram.

“Masyarakat bisa langsung mendatangi Bulog,” tandasnya.

Pantauan di lapangan, kawasan pertokoan di pusat kota Bondowoso mulai dipadati masyarakat yang berbelanja terutama di sore dan malam hari. Masyarakat rela berdesak-desakan berbelanja di Pasar Induk.

Pada umumnya mereka ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok untuk masakan Lebaran seperti, daging sapi, daging ayam, janur ketupat dan rempah-rempah.

Lapak-lapak para pedagang ketupat dadakan dan daging ayam maupun sapi juga mulai bertebaran di setiap sudut pasar-pasar tradisional di Bondowoso. (abr)