BONDOWOSO – Dinas Pertanian Bondowoso memastikan stok sapi hidup di daerah setempat aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (P2HP), Dinas Pertanian, Cendy Herdiawan mengatakan setiap tahun stok sapi hidup di daerah setempat selalu mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya untuk hewan kurban menjelang Idul Adha.

“Stok sapi hidup cukup aman, bahkan Bondowoso masih bisa menyuplai kebutuhan sapi untuk daerah lain,” kata Cendy.

Dia mengatakan, kebutuhan sapi sebagai hewan kurban untuk Idul Adha tahun 2019 lalu, mencapai sekitar 200an ekor. Kemudian, kebutuhan kambing atau domba sekitar 2.200an.

 

Baca Juga : Recovery Ekonomi, Diskoperindag Bondowoso Tengah Lakukan Pendataan UMKM

 

Meski demikian, ia mengatakan, populasi sapi yang ada di Bumi Ki Ronggo mencapai sekitar 230ribuan sapi potong pada trimester pertama. Sedangkan, domba populasinya mencapai sekitar ribuan.

Ia menyarankan, untuk keperluan sapi sebagai hewan kurban, masyarakat perlu memilih sapi dengan kondisi sehat, terbebas dari cacing hati atau penyakit “anthrax”. Selain itu, disarankan hendaknya tidak memotong sapi betina produktif.

” Sapi betina secara undang-undang sebenarnya memperbolehkan. Tapi Sapi betina produktif yang boleh dipotong itu telah beranak lebih dari lima kali atau berumur lebih dari delapan tahun. Bisa dilihat dari lingkaran kalsium di tanduknya,”ujarnya.

Untuk memastikan kesehatan sapi, menurut dia, pihaknya juga melakukan pemantauan kondisi kesehatan ternak sapi menjelang hari raya Idul Adha, secara rutin.

“Pemeriksaan hewan kurban sebagian sudah kita mulai, tapi karena ada beberapa pedagang masih belum ful, jadi minggu depan baru bergerak keliling di semua lapak. Ketika hewan kurban sudah diperiksa akan diberi label dari Dinas Pertanian sebagai jaminan keamanan bahan pangan asal hewan untuk masyarakat,”pungkasnya(och)