SURABAYA – Sebanyak 225 jama’ah umroh yang tergabung dalam First Travel, Jakarta berasal dari Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto Jawa Timur, sudah satu minggu tertahan di Cengkareng. Dari jadwal yang direncanakan, seharusnya jamaah ini berangkat pada 13 Mei lalu tetapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Pemilik First Travel Andika Surachman, membatah jamaahnya gagal berangkat. Dia mengatakan hanya tertunda karena persoalan teknis. “First Travel tetap bertanggung jawab terhadap pemberangkatan jamaahnya ke Tanah Suci.Rombongan akan diberangkatkan antara tanggal 21-22 Mei,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Samsul Bahri menggungkapkan, setelah diselidiki ternyata First Travel yang dilaporkan ratusan jamaahnya belum mengantongi ijin dari Kemenag Jatim.

“Kalau yang di Jakarta, memang saya dengar masih bermasalah,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Gus Ipul Sambut Baik Jimly School of Law and Government

 

Dengan kejadian ini, Samsul mengimbau, agar masyarakat Jawa Timur lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh. “Jangan mudah tergoda kalau ada marketing yang menawarkan paket haji dan umroh dengan harga murah,” sambungnya.

Samsul Bahri mengungkapkan, untuk mengantisipasi calon jamaah harus mengetahui sejauh mana tanggung jawab akuntabilitas travel yang akan dipakai termasuk ijinnya sehingga bisa dipertanggungjawabkan. “Kalau seperti ini, kita tidak bisa memantau. Kalau kita sudah mengeluarkan izin, minimal kita bisa ikut tanggung jawab,” paparnya.
Pihaknya sudah memantau pelanggaran yang dilakukan First travel saat ini dan akan menindaklanjuti dan jika sudah melampaui batas akan disanksi sesuai aturan.

“Secara organisasi kita tidak punya kewenangan ikut campur dalam kasus ratusan jamaah yang tertahan di Jakarta ini. Sifatnya hanya imbauan saja, pendampingan juga tidak bisa,” pungkasnya.(sga)