BONDOWOSO – Karna Suswandi, Plt. Sekertaris Daerah Bondowoso mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian dalam menjaga umur ekonomis jalan. Tentunya sumbangsih yang diharapkan bisa berupa membantu mencarikan jalan jika terjadi genangan air.

Karna menjelaskan bahwa kerusakan jalan yang terjadi di sepanjang jalan Kejawan, khususnya, sering disebabkan oleh drainase jalan yang kurang memadai. Oleh karena itu, pihaknya sedang melaksanakan sebuah inovasi yang disebut Jalan Wali (Jalan Berwawasan Lingkungan).

“Walaupun tidak sepenuhnya kita melakukan itu, akan tetapi kita berupaya semaksimal mungkin jalan Wali itu bisa diterapkan di Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa jalan wali ini tidak hanya mengejar kerusakan jalan tapi juga berusaha untuk membangun komponen-komponen yang bisa memperkuat, menjaga umur ekonomis jalan. Misalnya, dengan membangun drainase, dan pohon-pohon ayoman di jalan.

Baca Juga : Ukur Standar Kualitas AMP, PUPR Lakukan Trial di Kejayan

“Dengan harapan bahwa air bisa semakin cepat diserap oleh pohon-pohon ayoman yang ada,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kejawan, Sugiyanto, mengatakan, pemeliharaan jalan memag menjadi tanggung jawab bersama termasuk masyarakat. Karena itulah, pemerintah desa Kejawan akan memberikan instruksi untuk turut memelihara dan menjadi umur ekonomis jalan.

“Saya mewakili masyarakat desa Kejawan mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Masalah kualitas, saya sudah  menyaksikan secara pribadi sudah menyaksikan, kualitasnya sangat maksimal. Dan ini bisa digunakan akses jalan di Bondowoso,” pungkasnya.

Untuk informasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang melakukan uji coba kualitas AMP (Asphalt Mixing Plan) di desa Kejawan, kecamatan Grujugan, Kamis (26/4). Uji coba AMP ini dilakukan terhadap 300 meter jalan di sepanjang kecamatan Grujugan. Adapun dilakukannya uji coba AMP adalah untuk mengukur standart kualitas AMP yang dinginkan oleh pemerintah daerah dalam kegiatan tahun 2018. (och)