BONDOWOSO – Industri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki potensi dan sumbangsih yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. IKM menyumbang 57 persen produk domestik bruto Indonesia dan menyerap 97 persen tenaga kerja.

Kendati demikian, kontribusi IKM Indonesia terhadap ekspor nasional masih relatif rendah jika dibandingkan pengusaha-pengusaha bermodal besar, yakni sekitar 16% persen. Untuk itu, ditargetkan pada 2019 mendatang, IKM di Indonesia diharapkan mampu menyumbang 48 persen terhadap ekspor nasional.

Nelson, Kabid Fasilitas Kepabeanan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, mengatakan bahwa salah satu langkah yang diambil untuk mencapai target itu yakni dengan mengajak pelaku IKM di daerah mengikuti program KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor). Hal itu dia sampaikan dalam Sosialisasi terkait KITE di Aula Sabha Bina 1 Kantor Pemerintah Daerah Bondowoso, Kamis (20/4).

Ada banyak manfaat yang bisa didapat oleh Pelaku UMKM di Bondowoso dengan mengikuti program KITE. Di antaranya medapatkan fasilitas fiskal berupa pembebasan Bea Masuk serta PPN dan PPNBM, persyaratan dan kriteria pemberian fasilitas serta prosedur kepabeanan yang mudah dan ramah, serta adanya saluran impor dan ekspor bahan baku dan hasil produksi IKM, antara lain melalui PLB.

Di hadapan sekitar 40 Pelaku IKM di Bondowoso, Nelson mengatakan bahwa pelaku IKM yang proses bisnisnya sesuai dan tertarik untuk menggunakan fasilitas KITE IKM dapat mengajukan permohonan ke kantor bea cukai terdekat dari lokasi mereka. ”Syaratnya harus punya ijin Usaha Industri dan NPWP, juga beberapa persyaratan lainnya,” katanya.

Nelson mengatkan bahwa sebenarnya ada banyak IKM di Bondowoso yang hasil produksinya sudah ekspor, di antaranya kerajinan Kuningan, pengusaha kopi. Tapi mereka lebih memilih untuk mengekspor hasil produksinya melalui pengepul. Karena itu, melalui sosialisasi hari ini diharapkan nanti pelaku UMKM di Bondowoso bisa ikut KITE IKM. (och/esb)