Share

BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni memastikan bahwa persiapan grand final Kejuaraan paralayang bertajuk Paragliding Trip of Indonesia (TROI) yang akan dilaksanakan di puncak Megasari, Kecamatan Ijen, pada 13-15 Oktober 2017 sudah siap.

“Persiapan sebenarnya sudah fix semua. Tinggal menunggu pelaksanaan 13-15 ini Bondowoso menjadi tuan rumah grand final TROI, yang merupakan kegiatan setiap tahun  dilaksanakan dan ini berskala nasional. Sehingga semua atlet-atlet dirgantara Indonesia akan datang ke sini,” ujarnya.

Menurut Bupati Amin, kejuaraan ini membuktikan bahwa Puncak Megasari di Kecamatan Ijen sebagai salah satu tempat favorit paralayang Indonesia yang semakin diakui keberadaannya. Ini merupakan potensi wisata yang akan terus dikembangkan oleh pemerintah.

“Karena sekarang minat untuk paralayang bukan hanya oleh atlet, tapi juga wisatawan. Mereka juga menyatakan minatnya untuk menikmati pemandangan alam Bondowoso dari atas karena itu ke depan kita siapkan atlet bersrftifikat menjadi petandem untuk paralayang ini,” jelasnya.

Seperti diketahui Kejuaraan Paragliding Trip of Indonesia alias TROI memasuki tahun kedua di Bondowoso. Seri ke-IV TROI atau grandfinal ini digelar di puncak Megasari, Kecamatan Ijen, pada 13-15 Oktober 2017. Ajang kali ini khusus melombakan nomor ketepatan mendarat (KTM), dan dibagi dalam kelas Senior dan Junior untuk putri dan putra, kategori spesial tandem, serta kategori lolita.

 

Baca Juga : Indah dan Banyak Thermal, Megasari Jadi Site Gantole Terbaik di Jatim

 

Menurut ketua FASI Paralayang Bondowoso Eko Setia Budi, hingga Selasa (10/10), peserta yang mendaftar sudah mencapai sekitar 180 orang.  Pesertanya hampir dari seluruh daerah Nusantara. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah, karena pendaftaran masih terus dibuka.

Dia menjelaskan, ditetapkannya Bondowoso sebagai tuan rumah grandfinal TROI tentu menjadi prestasi dan kebanggan tersendiri. “Alhamdulillah. Kita bersyukur dan patut berbangga karena FASI Pusat dan Kemenpora mempercayakan penyelenggaraan granfinal di Bondowoso,” ujarnya.

Untuk mendapatkan kepercayaan itu menurutnya tidak mudah. Karena Bondowoso harus bersaing dengan banyak daerah lain yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah. Untuk itulah pihaknya menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang menyuport penuh, mulai dari pemerintah daerah, Perhutani hingga PTPN XII.

“Semoga dengan penyelengaraan TROI yang kedua kalinya di Bondowoso ini bisa mengangkat citra pariwisata serta ikut mendorong pengembangan pariwisata melalui olahraga dirgantara,” pungkasnya. (och)