PROBOLINGGO –  Menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Probolinggo menjadikan MEA sebagai suatu peluang untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan IWAPI Kota Probolinggo untuk mendongkrak perekonomian masyarakat adalah dengan mengembangkan usaha Ekonomi Mikro dan UKM.

IWAPI diharapkan mampu mendongkrak jumlah perempuan pengusaha di Kota Probolinggo. Perempuan pengusaha anggota IWAPI harus menjadikan MEA sebagai tantangan dan sekaligus peluang untuk mengembangkan dan peningkatan ekonomi masyarakat, terutama ekonomi mikro dan UKM.

Hal tersebut disampaikan oleh CH.Nurul Susanti Arifin, SH, seusai pelantikan dirinya sebagai Ketua Umum IWAPI Kota Probolinggo periode 2017 -2022 di Hall Rome Hotel Bromo View, kemarin siang.

Wanita pasti bisa. Kata Nurul Susanti, jangan meremehkan kekuatan perempuan, wanita pasti bisa ikut memajukan perekonomian khususnya di dalam rumah tangga dan lingkungan terkecil, dan umumnya untuk Bangsa dan Negara.

Dalam hal ini IWAPI akan bersinergi dengan Pemeritah Kota Probolinggo untuk menyalurkan program program IWAPI dalam upaya meningkatkan perekonomian agar bisa tersalurkan dengan merata dan tepat sasaran.

Wanita berparas cantik yang ber profesi sebagai kontraktor ini mengatakan, potensi di Kota Probolinggo banyak tapi banyak juga yang belum ter eskplor, terutama ciri khas produk produk Probolinggo yang kurang dikenal oleh masyarakat.

“Nah, ini merupakan tugas kita sebagai wanita pengusaha, sebagai acuan utama supaya kita bisa meningkatkan perekonomian,” katanya.

Kata Nurul, semua usaha jangan dimulai yang besar dulu, tapi yang kecil kecil dulu.

“seperti produksi batik, karena batik itu sudah banyak dikenal dan harganya pun juga lumayan. Untuk mendongkrak pengusaha batik ini IWAPI bisa memberikan fasilitator lewat pameran, promosi, lewat program yang ada di IWAPI. Bahkan ada batik produk UKM yang sudah ekspor ke India dan Myanmar,” terangnya.

Disamping batik, Nurul Susanti menyebutkan, untuk mendongkrak ekonomi Mikro dan UKM, juga akan mengembangkan kripik mangga.

“Kita melihat ada kripik nangka yang dari Klakah Lumajang, kenapa kita gak bisa membuat kripik mangga? Dalam hal ini, nanti ada pembekalan dari pusat sesuai program DPD,” ucapnya.

Nurul Susanti menjelaskan, di Kota Probolinggo ada 120 perempuan ber profesi sebagai pengusaha. Terdiri dari pengusaha batik, transportasi, minuman, jasa dan profesi kontraktor. IWAPI ingin Kota Probolinggo ada Investor yang tertarik untuk ber-investasi.

“Kita nanti akan bersinergi dengan Dinas Pariwisata, Perindustrian, supaya investor ada keinginan untuk ber investasi ke Kota Probolinggo”, katanya.

Ditegaskan Nurul, semua UKM harus kreatif, kerena IWAPI nantinya akan membantu pengembangan perekonomian dan pemberdayaan perempuan.

“Target kita adalah perempuan pengusaha. Kita punya perkumpulan pengusaha kuliner, perkumpulan usaha kain, mereka kita dukung hingga inovasinya jalan agar kedepannya bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (ufa)