BONDOWOSO – Universitas Jember memastikan akan membina mahasiswa maupun dosen yang dulunya merupakan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atau eks HTI.

Menurut Rektor Unej, Muhammad Hasan, sejauh ini pihaknya sedang memetakan mahasiswa maupun dosen yang dulu terlibat dalam HTI.

“Karena saya mendengar di beberapa tempat, katanya dosen juga ada, apakah di Unej juga ada, itu kan kita harus memetakan itu,” ujarnya.

Ditanya ada atau tidaknya eks HTI di kalangan Dosen dan mahasiswa, Muhammad Hasan, menjelaskan bahwa belum bisa memastikan jumlahnya karena kalau dari pemetaan mahasiswa angkatan 2016 masih baru akan keluar dalam waktu dekat. Namun demikian, Ia memastikan jika terbukti ada dosen atau mahasiswa yang merupakan eks HTI, pihaknya siap untuk memanggil yang bersangkutan untuk dibina.

Sementara terkait antisipasi aliran radikalisme yang berkembang di lingkungan kampus, Ia menyampaikan berbagai langkah dilakukan oleh kemahasiswaan. Salah satunya melarang membawa kegiatan sendiri di sekitar masjid.

“Jadi tidak boleh melakukan kegiatan yang diluar kegiatan yang sudah tercantum di masjid, sehingga kegiatan terarah,” paparnya.(och)