BONDOWOSO – Pondok Pesantren Al Islah di desa Dadapan, Bondowoso melaksanakan Sholat Idul Adha , Selasa (21/8). Atau sehari lebih cepat dari ketetapan Idul Adha oleh pemerintah, yakni Rabu 22 Agustus 2018.

Pimpinan Ponpes Al-Islah, KH Thoha Yusuf Zakaria, menerangkan alas an pihaknya melaksanakan Idul Adha pada Selasa (21/8), yakni karena hari raya ini merupakan hari raya internasional umat Islam. Berdasarkan fatwa yang disampaikan oleh Saiful Azhar 1975, dan Rabithah Alam Islami Makkah 1975, beserta hasil seminar di Istanbul, Turki 1978 yang menetapkan bahwa patokan hari raya Idul Adha, adalah Mekkah.

“Dengan ruqyah ahlul Makkah, yaitu rukyahnya tanah suci Mekkah. Sementara hilal Syawal, hilal Ramadhan yaitu dengan hilal Ahlul Al Balad. Penetapan rukyahnya masyarakat di daerahnya masing-masing. Dan ini sudah menjadi kesepakatan para ulama tahun 1975 dan 1978,”urainya.

Sehingga, sehubungan dengan itu, Mahkamah tertinggi Saudi Arabia, menetapkan bahwa awal Dzulhijjah jatuh pada tanggal 12 Agustus 2018. Karena itu, wukuf di Arafah, kemarin (20/8) dan Idul Adha adalah hari ini.

“Itu patokannya disana, karena berdasarkan tauqid yaitu waktu wuquf, dan Maqani yaitu tempat wuqufnya yakni di Arafah,’tindihnya.

Adapun pada Idul Qurban tahun ini, Al Islah kembali berkurban sapi dan kambing dengan jumlah terbanyak. Yakni, 1.560 ekor kambing dan 110 sapi. Semua hewan qurban ini dibagikan kepada masyarakat di sekitar pesantren, dan Bondowoso. Kemudian juga, untuk pesantren, masjid, lembaga ponpes yang memohon.

“Jumlah total kupon yang kita keluarkan yakni 24ribu kopun, dan lembaga yang memohon itu lebih dari 100 pesantren dan masjid,”ujarnya.

Ia menerangkan, bahwa pihaknya melibatkan 700an orang untuk pelaksanaan kurban tahun ini. Sementara, hewan qurban tersebut mayoritas diberikan oleh muslim yang ada di Singapura.

Sementara itu, Otzman bin Husin, salah seorang donatur asal Singapura, menerangkan, bahwa ini sudah kali ke 21 pihaknya melakukan kurban di Al Islah. Ia dan semua donatur muslim Singapura, memilih di Bondowoso ini, lantaran cara pengurusan kurbannya sangat baik.

“Tapi saya ingin tambah lagi, berkenaan dengan cara pengurusan pengurbanan. Saya tengah menyeleksi beberapa tempat di Indonesia. Tapi disini yang terbaik,”pungkasnya.(och)