Share

BONDOWOSO – Fenomena globalisasi, kemajuan teknologi informasi, termasuk demokratisasi mempengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat. Seperti meningkatnya kejahatan transnasional, khususnya terorisme yang menjadi benalu dalam persatuan dan kesatuan Bangsa. Selain itu, terorisme juga telah menelan banyak korban tak berdosa, termasuk anak-anak, dan insan polri.

Demikian disampaikan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Hedriyansah Zeinardi, saat membacakan Amanat Presiden dalam Upacara Bhayangkara 71 di Halaman Polres, Senin (10/7).

Lebih jauh, Kapolres menyampaikan fenomena globalisasi dan teknologi informasi juga turut menyebabkan terjadinya perdagangan narkoba, perdagangan manusia, penyelundupan senjata, kejahatan cyber, yang bisa merusak dan mengancam masa depan Indonesia. “Karena itu mereka harus dikejar dan dihancurkan,” ujarnya.

Selain itu, kata Taufik, kejahatan horizontal maupun vertikal dengan isu-isu primordial seperti masalah suku, agama, dan RAS menjadi perlu untuk di antisipasi dengan melakukan langkah-langkah sejak dini. “Agar energi bangsa tak habis untuk hal-hal yang tak produktif seperti ujaran kebencian, fitnah dan provokasi,” jelasnya.

 

Baca Juga : Kejutan Ala Kodim 0823 Situbondo di Hari Bhayangkara ke-71

 

Diakhir sambutan, Kapolres menyampaikan lima instruksi Presiden:

1. Perbaiki manajemen internal Polri untuk menekan budaya negatif, seperti korupsu, arogansi kewenangan serta penggunaan kekerasan yang berlebihan.

2. Memantapkan soliditaas internal, dan profesionalisme Polri, guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

3. Optimalkan modernisasi polri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik

4. Tingkatkan kesiapsiagaan operasional melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi profesional proaktif, dengan demikian Polri tetap lincah bertindak dengan perkembangan situasi yang meningkat secara cepat

5. Tingkatkan kerjasama, koordinasi, dan komunikasi dengan semua elemen baik Pemerintah, masyarakat, maupun kolega internasional, sebagai implementasi pendekatan sinergi polisional demi terwujudnya kamtibnas yang stabil. (och)